Home / Berita / Fly Over Roxy Mas Semakin Semrawut, Seakan Dibiarkan

Fly Over Roxy Mas Semakin Semrawut, Seakan Dibiarkan

Jakarta, sketsindonews – Kolong Fly Over Roxy Mas lintas jalan jalan KH. Hasyim Asyari hingga kini terus semrawut, tanpa ada solusi karena pembiaran parkir lokal oleh warga tak disiplin tanpa melihat koridor kelayakan rambu jalan dengan membuka parkir di bahu jalan seenaknya.

“Warga berpikir instan sehingga asset publik seolah menjadi milik mereka dengan seenaknya mereka buat aturan tanpa melihat dampak physicologis para pengendara lintas berdampak bahu jalan menjadi menyempit,” ujar Dita (24) pekerja di Roxy Mas saat diminta pendapatnya.

Padahal Dishub berulang kali buat spanduk dan razia hingga puluhan seperti tak terbaca. Bahkan spanduk larangan itu di pasang pada titik – titik dinding lintas parkir liar.

Mana UPT Parkir itu seperti tanpa action untuk pembuatan rambu – rambu larangan keras parkir dalam menjaga fungsi publik, sementara asset tersebut dibangun dengan biaya capaian milyar untuk membangun jalan lintas kendaraan hingga pembuatan trotoar untuk pejalan kaki.

“Pemerintah mana ada bentuk kesemrawutan fungsi publik serta menjadi pemanfaatan parkir liar dibiarkan hingga mengusik arus publik menjadi macet tapi tidak di razia, akhirnya terasa pembiaran bahkan menjadi satu kebiasaan di cap menjadi legal,” tandasnya.

“Kita lihat saja kini lapak – lapak PKL tumbuh hingga menciptakan kerumunan masyarakat kondisi pandemi selain kendaraan lintas melawan arus terlebih jelang sore hari seperti seilah tidak adanya kehadiran pemda DKI dalam menciptakan penataan kawasan tersebut,” ujarnya.

Sementara Victor Irianto Napitupulu Direktur Lembaga Pemantau Aparatur Daerah (LP2AD) menyoal kasus klasik Roxy Mas menyebut karena tidak konsisten Pemda DKI serta kajian, ditambah kawasan itu bersinggungan dua pimpinan baik pemkot Jakarta Pusat dan pemkot Jakarta Barat, sehingga perlu penguatan kordinasi antar dua Walikota untuk membuat langkah kongkrit.

“Jangan saling “cuex” bahkan dibiarkan sehingga pemanfaatan itu digunakan oknum lingkungan untuk membuka lapak, parkir liar hingga kekumuhan tercipta menjadi keprihatinan semua warga yang selama ini sangat berharap kawasan Roxy Mas bisa menciptakan lingkungan indah dan tertata,” ujarnya.

“Buat saja fungsi – fungsi pemanfaatan taman dari pada itu menjadi polemik sehingga tidak menjadi kontra produktif satu sisi semrawut dilain sisi menjadi dilematis karena ketidak tegasan Pemprov DKI membuat kebijakan,” tegas Victor.

(Nanorame)

Check Also

Bekerjasama dengan Bank Mandiri, Pengurus Daerah Jalasenastri Armada I Bagikan Sembako dan Tali Asih

Bekasi, sketsindonews – Ketua Daerah Jalasenastri Armada I, Ny. Nisa Abdul Rasyid didampingi Wakil Ketua …

Watch Dragon ball super