Home / Berita / Metropolitan / Gubernur DKI Anies Larang Warga Berkerumun, Lebih Baik Tinggal di Rumah

Gubernur DKI Anies Larang Warga Berkerumun, Lebih Baik Tinggal di Rumah

Jakarta, sketsindonews – Pemprov DKI Jakarta mengaku sedang mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk menerapkan lockdown di Ibu Kota, usai melonjaknya kasus COVID-19. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan pihaknya menunggu putusan pemerintah pusat.

“Nanti kita akan pelajari, tunggu keputusan pusat ya,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, beberapa waktu lalu.

“Tidak benar kami akan lakukan lockdown jika tidak dikaji bahkan juga harus seijin pemerintah pusat,” tandas Ariza.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta untuk tidak lagi lakukan aktifitas atau tidak perlu hingga berkerumun lebih dari pada 5 orang.

“Nanti kami akan tindak,” ucap Anies.
Semua ini dilakukan setelah DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) dalam waktu sepekan.

“Potensi penularan terlalu tinggi jika mobilitas warga berpotensi untuk terjadi penularan, petugas akan membubarkan kerumunan maka dari itu jangan berkumpul lebih dari lima orang, nanti akan ditindak dan membubarkan diri,” ujar Anies kepada wartawan, Selasa (22/6/21)

Anies pun meminta masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah saat akhir pekan agar mengurangi potensi penularan virus Corona.

“Sabtu dan Minggu gunakan hari ini jadikan jeda di rumah, bersama keluarga di rumah jangan berpergian kecuali kebutuhan mendesak,” ujar Anies Baswedan.

Diketahui, kasus tambahan Corona di DKI kembali meningkat. Hari ini tambahan kasus Corona di DKI mencapai 4.737.

Berdasarkan data BNPB, Jumat (18/6/21), total kasus COVID-19 di Jakarta mencapai 463.552. Data itu setelah ada tambahan 4.737. Sementara kasus sembuh hari ini di Jakarta bertambah 2.517, sehingga total yang telah sembuh 431.004. Sedangkan kasus meninggal bertambah 66, sehingga total kasus meninggal akibat Corona sebanyak 7.640.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia sempat mengatakan kasus tambahan Corona di DKI pernah mencapai tertinggi pada Februari 2021. Angka tambahan kasusnya mencapai 4.213 pada 7 Februari.

(Nanorame)

Check Also

TNI AL LANAL BABEL Laksanakan Vaksinasi Di Atas Perahu Nelayan KBN Dusun Sukal Desa Belo Laut

Babel, sketsindonews – Lanal Bangka Belitung Posal Muntok kembali melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi …

Watch Dragon ball super