Home / Artikel / H. Heru Nuryaman : Sky Walk Solusi Mobilisasi Tanah Abang Termasuk Penempatan PKL Tutup Jalan

H. Heru Nuryaman : Sky Walk Solusi Mobilisasi Tanah Abang Termasuk Penempatan PKL Tutup Jalan

Jakarta, sketsindonews – Mobilisasi manusia dalam aktivitas ekonomi dan perlintasan yang setiap harinya mencapai 50 ribu dikawasan bisnis Tanah Abang pemerintah DKI Jakarta seharusnya sudah mengambil langkah solusi bukan menambah akses jalan publik dipersempit dengan penutupan jalan bagi para PKL tenda yang berjumlah 272 pedagang.

H. Heru Nuryaman aktivis pemuda sekaligus pengusaha ekonomi kreatif Tanah Abang kepada awak media menyatakan, dirinya bukan tidak setuju apa yang dijalankan sekarang ini dengan kebijakan Gubernur Anies Baswedan memberikan ijin kepada sejumlah pedagang menempati ruang publik, ujarnya. (8/01)

“Kalo pedagang itu bukan lagi PKL menjadi PKM (Pengusaha Kecil Mandiri) seyogyanya pemerintah DKI juga menempatkan mereka secara layak bukan dijalan dengan mereka dibenturkan pada masyarakat yang membutuhkan fungsi jalan, artinya Gubetnur Anies menabrak aturan perda Tibum”.

Tambah Heru, dirinya sangat setuju dengan adanya pemerintah DKI membangun “Sky Walk” (koridor jalan jembatan antar blok pasar)  sebagai salah satu solusi bagi pedagang seperti di Bandung (Ciampelas) , dimana para pedagang menempati koridor “sky walk” serta fungsi jalan itu menjadi terintegrasi antar Blok Pasar serta jalan bagi koridor ekspedisi (angkutan barang), pejakan kaki perlintasan dari mulai stasiun Kereta Api.

heru. ekonomi kreatif. doc

Sky Walk bisa meghindari serta bisa mengurai dari kepadatan mobilisasi yang terjadi setiap harinya di Tanah Abang yang kian meningkat dari perkembangan bisnis ekonomi, sosial yang dapat menjaga nilai nilai kearifan lokal, papar Heru.

Terlepas dari itu, kata Heru yang juga cukup sikses menata pasar Tasik Aneka Beton menjelaskan, Kedua, Solusi lain adalah bisa saja asset pemda DKI yang dimiliki sekarang bisa dimanfaatkan bagi peningkaan PKL menjadi PKM dengan mereka diberikan tempat yang layak dan humanis pada lahan yang bisa dimanfaatkan.

Ini kan test market, tapi tidak juga harus permanen. Selain pula Gubernur Anies Baswedan juga harus keluarkan pergub terkait PKL sebagai aturan sehingga secara jelas leading sektor yang bertanggung jawab, sekarang ini menjadi burem jika diketemukan persoalan atau masalah sifatnya hanya koordinatif antar SKPD.

“Kan sudah banyak masalah issu yang ada dari mulai jual lapak, pungli entah tidak masuknya PKL lokal yang ada dalam penempatan karena kesan yang terburu – buru dalam data pedagang (data tidak valid) menjadi terus menjadi pertikaian,” tutup Heru.

reporter : nanorame

 

 

 

 

 

 

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super