Home / Hukum dan Kriminal / Habib Syakur Apresiasi Kinerja Densus 88 Polri Tangkap Kelompok Radikal Anti-Pancasila

Habib Syakur Apresiasi Kinerja Densus 88 Polri Tangkap Kelompok Radikal Anti-Pancasila

Jakarta, sketsindonews – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaa (GNK) Habib Syakur bin Ali Mahdi Al Hamid mengatakan, kinerja Densus 88 Anti-teror Mabes Polri dalam menumpas ajaran radikalisme dan terorisme anti-Pancasila patut diapresiasi.

Menurut Habib Syakur, Densus 88 sudah melakukan tugas dengan sangat baik, sehingga perlu terus disupport, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat.

“Saya melihat Densus 88 ada di garda terdepan memberantas akar terorisme, khilafah dan ajaran lainnya yang mengancam keutuhan NKRI. Maka kita apresiasi setinggi-tingginya untuk Densus 88,” kata Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Selasa (24/1/23).

Habib syakur pun mengingatkan kerja memberantas radikalisme intoleran tak boleh berhenti. Sebab ancaman itu semakin nyata dan gerakannya pun sudah massif.

Karena itu, Densus 88 tak boleh bergerak sendiri. Densus 88 harus mendapat dukungan kuat dari pemerintah, ormas, dan masyarakat.

“Penyebaran ajaran radikalisme dan intoleran ini kan mengancam bangsa Indonesia. Mereka anti-Pancasila, anti kebhinekaan, dan mereka tak rela Indonesia ini bersatu,” tandas Habib Syakur.

Ia pun mengingatkan paham intoleran khilafah yang berafisi dengan ormas radikal seperti HTI, ISIS, bahkan FPI harus dimusnahkan dari bumi Indonesia.

“Makanya saya berharap Densus 88 tetap konsisten, dan kita sebagai rakyat Indonesia juga harus terus mendukungnya,” tandas Habib Syakur.

Sebelumnya, Densus 88 Anti-teror Polri menangkap terduga teroris berinisial AW di Sleman Yogyakarta.

Dalam penangkapan itu, Densus 88 menyita sejumlah benda yang diperkirakan berkaitan dengan kegiatan terduga terorisme maupun jaringannya, diantaranya pakaian milik terduga teroris yang bertuliskan Mujahidin Indonesia.

Sebelum melakukan penggeledahan, Tim Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyisiran untuk mengamankan lokasi dari kemungkinan adanya benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan petugas.

Petugas mengamankan sejumlah barang, diantaranya pakaian milik terduga teroris berinisial AW, yang dibagian depan terdapat tulisan Mujahidin Indonesia.

Terduga teroris yang berusia sekitar 38 tahun ini merupakan warga asli setempat yang tinggal bersama orang tuanya. Selama ini AW dikenal sering mengikuti kegiatan di masjid setempat dan bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Sebelum itu, Densus 88 juga menangkap tiga terduga teroris yang merupakan kelompok eks ormas yang telah dibubarkan dan kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII). Ketiganya diringkus di wilayah Jakarta dan Banten.

Ketiga terduga teroris itu inisial AS, ARH, dan SN. Ketiganya ditangkap di wilayah berbeda yaitu AS di Jakarta Utara, ARH di Jakarta Selatan, dan SN di Tangerang Selatan, Banten.

(Red)

Check Also

Indeks Persepsi Korupsi Jeblok, Perlu Evaluasi Total Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2022 berada di angka 34. Capain ini jeblok …

Watch Dragon ball super