Back

Media Terpercaya

Harlah ke 204 “Kampoeng Kemajoran”, Eksistensi Anak Kemayoran Bangun Nilai Budaya

“Sungguh segar buah rambutan
Rambutan dimakan sisa tiga
Gue demen Anak Kemayoran
Seni Budaya dan Persatuan harus dijaga” #anakkemayoran

Jakarta, sketsindonews – Harlah ke 204 berdirinya Yayasan Budaya Kampoeng Kamajoran menjadikan simbol eksistensi anak Kemayoran dalam terus melestarikan nilai kultur betawi tempoe doeloe kekinian untuk lebih modern dalam cara pandang tantangan di era global.

Secara historis, dimana sejarah telah mencatat bahwa tanggal tersebut tercatat secara legend di terbitan media Negeri Belanda 24 Februari 1816 “Java Goverment Gazed” sebuah nama Kampoeng Kemajoran itu telah disebutkan ada, tukas Sudarsono (Bang Syam) salah satu pendiri Yayasan di Restoran Ciganea Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (24/02/20).

Itu menjadi alasan kami mendirikan sesuai cacatan media asing yang terbit menyebut ada sebuah Kampoeng Kemajoran menjadi satu sejak doloe sudah terkenal.

Acara inipun untuk sebagai bukti bahwa eksistensi sesuai Perda No 4 Tahun 2015 Tentang Kelestarian Budaya harus kita jalankan mengingat sangat strategis sebagai warga betawi walaupun diakuinya menterjemahan perda ini bisa menjadi potensi dalam membangun sinergisitas antara komunitas betawi bersama pemerintah.

“Rangkaian Harlah ini sebagai pembuka rentetan kegiatan Festival Kampoeng Kemayoran yang akan di gelar pada bulan April 2020 mendatang,” papar Syam.

Sementara Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi yang hadir di acara itu mengatakan, pokoknya kita support dalam mendukung anak-anak Kemayoran dalam rangka menggelorakan pelestarian budaya betawi sebagai satu bentuk Kelestarian Budaya.

Secara bersamaan Kasudin Kebudayaan Kota Jakarta Pusat Muhammad Nurdin mengatakan, pihaknya akan menjadi fasilitator dalam gerakan nilai kultur seiring dengan para penggiat budaya untuk maju secara potensi menuju kemandirian.

Piahaknya sudah jelas selaku pemerintah akan mendukung ini sesuai dengan langkah – langkah budaya menjadi satu rangkaian tujuan kelestarian oleh simpul seniman menjadi penggerak memperdayakan hal positif.

Hadir pada acara Harlah antara lain, para pembina Yayasan Budaya Kampoeng Betawi, Daud Poliraja, Wakil Ketua Bamus, Rahmat AS, Eky Pitung, Madit Kubil, Asisten Kesra Setko Administrasi Jakarta Pusat, Wakil Ketua Dekot Jakpus Nasirman Chaniago, para Lurah se Kecamatan Kemayoran, Ormas Betawi, Aktivis Lingkungan Joko Sarjono, serta Tokoh Masyarakat.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.