Back

Media Terpercaya

Hasil SWAB Efektif Temukan Kasus Baru di Kalangan Kantor Kelurahan

Jakarta, sketsindonews – Test SWAB pcr oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat ternyata sangat efektif menemukan kasus baru positif Covid – 19, selain zona merah diwajibkan dengan formulasi “case finding” (penyusuran kasus) dengan tracking di kalangan ASN juga di temukan kasusnya.

Seperti kasus baru beberapa ASN di Kelurahan Harapan Mulia Kecamatan Kemayoran dan Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Sawah Besar dinyatakan positif setelah hasil SWAB.

Tercatat 5 (lima) Aparat Sipil Negara (ASN) dan satu petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Harapan Mulia dinyatakan positif Covid 19.

Lurah Harapan Mulia, M. Faozi membenarkan, lima ASN dan satu PPSU Kelurahan Harapan Mulia terpapar Covid-19.

“Saat ini kelima ASN tersebut telah menjalani masa isolasi mandiri di rumah masing – masing. Sedangkan, satu PPSU dirawat di wisma atlet,” ucap M. Faozi, saat dikonfirmasi melalui via telepon, Selasa (28/7/20).

Faozi menambahkan, untuk saat ini pelayanan tetap berjalan melalui drop box. Dan seluruh ruangan sudah disemprot dengan cairan disinfektan pembasmi kuman dan virus. Namun yang membedakan, warga masyarakat dan petugas tidak bertatap muka langsung.

“Layanan drop box ini untuk memudahkan petugas dalam memproses permohonan pemberkasan layanan. Nanti ada petugasnya yang mengurus dan warga diminta untuk meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi petugas jika pemberkasnya sudah selesai,” pungkasnya.

Sementara kasus di Kelurahan Karang Anyar, Lurah Heru Supriyono juga mengakui bahwa 6 pegawai Kelurahan Karang Anyar yang terpapar Covid 19 antara lain, 1 PJLP PTSP, 1 Satpol PP, 3 PPSU dan 1 PKK kelurahan.

“Pelayanan warga sempat di alihkan di kantor Kecamatan Sawah Besar. Tapi mulai Senin kemarin sudah dibuka lagi. Seluruh pegawai yang terpapar Covid 19 di isolasi di rumah masing-masing sambil menunggu hasil tes berikutnya dari tim medis,” ucap Heru.

Aktivis Lingkungan Joko Sardjono (Joko Edan) mengemukakan, apa yang sudah dilakukan pemko Jakarta Pusat justru menjadi kunci memutus mata rantai dari kewajiban SWAB di setiap Kelurahan, walaupun secara parameter meningkat kasus yang ditemukan, ungkapnya.

Ini salah satu cara efektif, kedua bagi rawan Covid lingkungan Kantor Kelurahan zona merah seharusnya juga segera berkonsultasi pihak puskesmas untuk pula lakukan hal sama.

Tapi sepertinya masih saja pihak aparatur “ogah” SWAB padahal ini merupakan perintah Walikota seperti kawasan Kecamatan Johar Baru (Kampung Rawa, Galur, Johar Baru) juga sudah banyak ditemukan indikasi rawan penyebaran Covid – 19, terang Joko.

Hasil Test Beda

Penyusuran sketsindonews SWAB ternyata menimbulkan pernyataan warga dimana hasil SWAB antara hasil Rumah Sakit yang berbayar dan Puskesmas sangat berbeda (gratis) hasilnya.

“Ini lho saya setelah SWAB di RS Islam senilai 1,6 juta kok hasilnya negatif, lucu kan ungkap warga sambil sodorkan kwitansi pembayaran menjadi bukti,” ucapnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.