Home / Artikel / Hati Yang Baru dan Roh Yang Baru

Hati Yang Baru dan Roh Yang Baru

(Hesekiel 36:25-28)

Renungan, sketsindonews – Terjadinya pembuangan bangsa Israel, bukan berarti Allah tidak mengasihi mereka, hal itu dilakukan karena Ia tidak mau membiarkan kekudusan nama-Nya dinodai oleh umat-Nya.

Di sisi lain Allah tetap menyatakan janji-Nya untuk memulihkan dan mengembalikan Israel ke Tanah Perjanjian-Nya.

Allah akan bekerja dalam hati umat-Nya, mengganti hati mereka yang keras seperti batu dengan hati yang lemah lembut.

Roh Allah akan senantiasa memimpin umat-Nya hidup menurut ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum-Nya.

Ketaatan dalam melakukan firman Tuhan adalah syarat utama mengalami berkat dan pemulihan.

Dengan kata lain kita akan hidup dalam perjanjian berkat Tuhan bila kita menaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Perjanjian adalah persetujuan yang dibuat oleh dua pihak, yang mana masing-masing pihak mempunyai tugas dan tanggung jawab.

Bagian kita adalah mentaati atau melakukan firman-Nya, adapun bagian Tuhan adalah mencurahkan berkat-berkat-Nya sesuai yang tertulis di dalam perjanjian-Nya.

Jadi ketaatan ini adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi! Iblis sangat tidak suka jika kita hidup dalam ketaatan, karena itu dengan segala upaya Iblis mengintimidasi kita dengan suara hati yang melemahkan.

Jangan dengarkan suara Iblis karena (“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;” Yohanes 10:10a). Bukan perkara yang mustahil kita hidup di dalam ketaatan. Karena kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus (baca 2 Korintus 5:17), maka hati dan roh kita juga baru. “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” (Yehezkiel 36:26).

Selain itu, Tuhan juga memberikan Roh Kudus, “Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26).

Sesungguhnya Roh Kudus selalu berbicara di dalam hati kita dan mengingatkan kita tentang firman yang kita baca dan dengar, tetapi seringkali pula kita mengabaikan suara-Nya.

Saat itulah kita mendukakan Roh Kudus dan akhirnya kita pun kehilangan pimpinan-Nya. Ketaatan terhadap firman Tuhan akan menghasilkan doa yang berkuasa, sebab “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b), artinya apa saja yang kita butuhkan (berkat, kemenangan, kesembuhan, pemulihan) pasti disediakan Tuhan untuk kita. Amen

(HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Garda Perawat Kebangsaan Selenggarakan Arrow Training Calon Pemimpin Bangs

Jakarta, sketsindonews – Lembaga pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter kepribadian yang handal siap menjadi …

Watch Dragon ball super