Home / Artikel / Honorer PHL Driver Diskriminatif Padahal Satu Atap di Lingkungan Dinas LH

Honorer PHL Driver Diskriminatif Padahal Satu Atap di Lingkungan Dinas LH

Jakarta, sketsindonews – Kembali persoalan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dalam pengaturan sistem tenaga honorer PHL (Petugas Harian Lepas) terutama driver terus menjadi ketidak puasan, apalagi hari ini kembali mobil sampah Dinas LH dibantar gebang tergelincir karena jalan menuju TPST Bantar Gebang rusak berat dan langsung terbalik.

Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah kembali mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Anies – Sandi untuk tidak mendengarkan laporan sepihak, karena banyak masalah internal dan ekseternal oleh Kepala Dinas LH Isnawa Adji tak bisa diselesaikan.

Sebut saja mulai dari Kontrak PTSP Bantar Gebang, nilai kompensasi, mobil angkutan sampah, infrastruktur jalan menuju TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) hingga supir yang kerap di intimidasi warga menuju pembuangan TPST Bantar Gebang Bekasi, kali ini persoalan honor supir, terang Amir di Balaikota (15/3).

Amir Hamzah sekaligus Direktur LSM Budgeting Metropolitan Watch (BMW) kembali menyikapi persolan honorer yang tidak sama diterima dalam satu atap (payung) di Dinas LH pimpinan Isnawa Adji.

Dimana nilai honor PHL sesuai pergub 356/2016 semula mencapai 5,5.juta dengan menggunakan dasar Pergub 1887/2017 kini honor supir hanya mencapai 3,6 juta rupiah, tukasnya.

Lanjut Amir, sementara Unit Badan Air, UPT Bantar Gebang tetap menggunakan dasar Pergub 356/2016, inikan “diskriminitif” namanya, padahal supir itu kadang saat menuju pembuangam di TPST kadang bisa menginap karena proses pembuangan di TPST Bekasi dengam antrian belum lagi resiko dijalan yang tidak sedikit.

Seperti,  terkendala tekhnis dijalan hingga tak tercukupi aturan bensin dalam melaksanak tugas ke TPST, tandas Amir.

Dalam pantauan sketsindonews.com dari sumber di lingkumgan LH di ketemukan banyak para driver (supir) keluh kesah terhadap honorer yang diterima tak sesuai nilai KHL Pemprov DKI.

Belum lagi mas kami beresiko dijalan serta persoalan hidup dirinya dan keluarga hingga utang tagihan cicilan kendaraan kridit karena tak tercukupi dari aturan dapat ditinjau ulang oleh Kepala Dinas LH Isnawa Adji terhadap PHL, ujar sumber.

reporter : nanorame

Check Also

Calon Instruktur Penerbang Laksanakan Latihan Tebang Malam

Yogyakarta, sketsindonews – Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S,. M.M. Rabu (19/9), …

Watch Dragon ball super