Home / Berita / HUT Ke-53 Wanita Angkatan Udara : Berbagi Empati Ke Sayap Ibu

HUT Ke-53 Wanita Angkatan Udara : Berbagi Empati Ke Sayap Ibu

Yogyakarta, sketsindonews – Dalam rangka HUT ke-53 Wanita Angkatan Udara (Wara) di Yogyakarta mengadakan beberapa rangkaian kegiatan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Bakti Sosial dengan mengunjungi Yayasan Sayap Ibu di Depok Sleman Yogyakarta, Kamis(4/8).
Dalam kunjungan tersebut, Pater Wara Yogyakarta Kolonel Sus Swiji Astuti dan perwakilan wara dari Lanud Adisutjipto, RSPAU Hardjolukito dan AAU yang berjumlah 20 orang memberikan bantuan berupa dana tunai dan bingkisan kepada Yayasan Sayap Ibu.
[caption id="attachment_1736" align="alignnone" width="300"]Kolonel Sus Swiji Astuti beserta perwakilan Wara Yogyakarta mengunjungi Yayasan Sayap Ibu dalam rangka HUT Ke-53 Wanita Angkatan Udara Kolonel Sus Swiji Astuti beserta perwakilan Wara Yogyakarta mengunjungi Yayasan Sayap Ibu dalam rangka HUT Ke-53 Wanita Angkatan Udara[/caption]
Dalam kesempatan tersebut Kolonel Sus Swiji Astuti beserta perwakilan Wara diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu yang diwakili oleh Ibu Sri Astiwi beserta pengurus yayasan.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Sayap Ibu mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Wara karena bantuan yang diserahkan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak yayasan.
Ibu Sri Astiwi juga mengatakan bahwa Sayap Ibu merupakan yayasan no profit yang didirikan pada tahun 1955 sebagai jawaban atas pedulinya terhadap nasib bayi-bayi yang akibat posisi sosial dan ekonomi calon ibu yang kurang menguntungkan sehingga menjadi korban penelantaran.
Lebih lanjut Ibu Astiwi mengatakan bahwa Yayasan Sayap Ibu memiliki misi melakukan penyantunan, perawatan dan pendidikan anak terlantar penyandang disabilitas, baik di yayasan maupun non yayasan secara profesional. Saat ini Yayasan Sayap Ibu mengelola beberapa usaha atau kegiatan diantaranya adalah panti balita terlantar, panti cacat ganda terlantar, TK, TPA, SLB, Wisma Ibu dan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan sosial. Beliau juga menambahkan untuk saat ini Yayasan Sayap Ibu menampung sekitar 30 anak-anak cacat dan 18 balita.
Sementara itu Ketua Rombongan Baksos Wara, Kolonel Sus Swiji Astuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan mengunjungi Yayasan Sayap Ibu sebagai bentuk kepedulian sosial Wara terhadap anak-anak yang terlantar dan ingin berbagi kasih dengan semua anak di Yayasan Sayap Ibu.
“Semoga kegiatan sosial ini dapat sedikit membantu anak-anak di yayasan, dan semoga dapat dilaksanakan secara berkesinambungan serta menumbuhkan empati di antara sesama manusia,” pungkasnya. (Kumara)

Check Also

SBY WO Saat Deklarasi Kampanye Damai, Protes KPU Atribut Partai Dukungan

Jakarta, sketsindonews – Acara kampanye deklarasi pemilu damai yang di gelar KPU Nasional dalam rangka mendukung sukses penyelenggaraan pemilu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan lapangan Monas saat acara dimulai.

“Nggak ada, jangan lebay lah,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, ujar Budi Arie Ketua Projo.

Pokoknya itu tidak benar Budi nyarakan, tidak ada provokasi dari pihaknya. Dia memastikan relawannya hanya melakukan deklarasi damai.

deklarasi.kampanye.damai.thamrin.doc

“Nggak ada provokasi, ini kan kampanye damai,” sebutnya.

Sebelumnya, SBY WO karena merasa diperlakukan tidak adil. SBY WO bersama Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono pergi di tengah acara.

 

Ada juga atribut partai pendukung pro-Jokowi yang diprotes SBY. Presiden RI ke-6 itu pun akan melayangkan protes resmi ke KPU.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,”

Karena merasa aturan tidak ditegakkan, SBY yang kebetulan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kemudian meninggalkan acara. SBY akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,” jelasnya

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca merasa pihak KPU telah melanggar aturan yang dibuat oleh lembaga itu sendiri. Yakni terkait tak adanya atribut partai yang dibawa saat acara deklarasi digelar.

“Partai Demokrat protes keras, Pak SBY juga turun dari barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati,” kata Hinca.

SBY pun kemudian menitipkan Partai Demokrat dan Kader yang masih di lokasi kepada Hinca untuk dihandle hingga acara selesai berlangsung. Namun pihaknya belum sempat ikut tanda tangan deklarasi.

“Iya beliau pun langsung titip ke saya selaku Sekjen,” katanya.

Pantauan di lokasi memang ada sejumlah bendera parpol di acara deklarasi tersebut. Padahal menurut PD acara ini harusnya bebas atribut dari partai politik.(nr)

Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Watch Dragon ball super