Home / Berita / Viral !!!, Ibu Siksa Anak Batita, Ini Kata Erlinda
Foto ilustrasi tindak intimidasi atau persekusi

Viral !!!, Ibu Siksa Anak Batita, Ini Kata Erlinda

Jakarta, sketsindonews – Ketua Indonesia Child Protection Watch, Erlinda angkat bicara terkait video yang memperlihatkan perlakuan kejam pada seorang anak Batita menjadi Viral dimasyarakat.

Dimana menurutnya, kesadisan perilaku seorang Ibu menambah daftar data kekerasan orangtua pada anak.

“Undang-undang Perlindungan Anak yang baru mengalami revisi pada tahun 2014 seolah tidak mampu memberikan perlindungan dan mengurangi kekerasan pada anak,” ujar Erlinda melalui siaran pers, Kamis (24/5).

Komisioner KPAI Periode 2014 – 2017 ini menyampaikan bahwa kasih sayang orang tua, terutama Ibu seharusnya menjadi benteng perlindungan dan membangun kepribadian untuk anak, namun untuk anak namun pada kasus ini sang Ibulah sebagai petaka dan kesedihan.

“Dikarenakan suatu alasan Benci, Kesal, marah, dendam seolah menjadi “Pembenaran” terhadap sikap yang dilakukan oleh seorang Ibu,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pemicu seorang Ibu atau orangtua melakukan tindak kekerasan pada anak disebabkan banyak faktor, seperti ekonomi, pewarisan kekerasan antar generasi, stress sosial, termasuk faktor internal Pola Asuh Otoriter, Mental Emosional yang tidak stabil dan gangguan jiwa seperti Bipolar Disorder.

“Seorang yang mengalami stress berkepanjangan akan mengalami gangguan emosional yang tidak stabil dan gangguan kejiwaan Bipolar termasuk Schizophrenia. Gangguan emosional tersebut berakibat fatal pada interaksi Komunikasi sosial terutama dalam kehidupan Rumah tangga,” terang Erlinda.

Untuk meminimalkan kasus kekerasan pada anak dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta kekerasan di lingkungan masyarakat, menurut wanita yang juga dikenal sebagai WaSekjen Syarikat Islam Bidang Politik ini, dibutuhkan langkah Kongrit dari Pemerintah pusat dan daerah yang bekerjasama dengan stake holder dan seluruh elemen masyarakat

“Terobosan program sangat dibutuhkan seperti Ruang Curhat Keluarga yang melibatkan para profesional Psikolog sebagai deteksi dini apabila seorang ibu mengalami stress atau beban kehidupan yang berat, memberikan ruang untuk anak dan remaja untuk konsultasi seputar permasalahan mereka termasuk menyeleksi potensi minat bakat dan kemampuan anak,” sarannya.

Ditambahkan, “Program Pemberdayaan keluarga dibidang ekonomi, pendidikan pola asuh serta pembinaan masyarakat harus dijadikan program unggulan.”

Menurutnya, program di Kementerian sudah sangat banyak dan sesuai kebutuhan masyarakat seperti di Kemensos, Kementerian Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan Kementerian lain namun program lintas kementerian lembaga yg saat ini masih sangat minim.

Lebih jauh Humas Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) ini juga mengatakan bahwa peran Profesional Akedmisi, Tokoh agama dan Tokoh Masyatakat termasuk Media sangat dibutuhkan pada aspek pencegahan dan penanganan kasus kekerasan dan pelanggaran terhadap hak anak.

“Masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan kerjasama dengan Polri untuk mencegah tindakan kekerasan dilingkungan masyarakat,” harapnya.

Terakhir dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama wujudkan ‘Gerakan Peduli Lingkungan dan Berikan Perlindungan Bagi Anak Sebagai Generasi Penerus Bangsa’.

“Menyelamatkan Anak, Menyelamatkan Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(Eky)

Check Also

Buntut Pembobolan Bank 50 Miliar, Bank Mandiri Kemungkinan Akan Digugat

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) kembali mengggelar sidang Praperadilan yang diajukan …

Watch Dragon ball super