Home / Berita / Indikasi Kebohongan Dan Kesamaan Marga Dalam Kasus Ijazah Palsu
Pendamping Korban Ijazah Palsu, Yus Selly. (Dok. sketsindonews.com)

Indikasi Kebohongan Dan Kesamaan Marga Dalam Kasus Ijazah Palsu

Jakarta, sketsindonews – Perwakilan korban ijazah palsu Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar (STT Setia) pertanyakan status terdakwa ijazah palsu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, di Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Usai pertemuan tersebut, perwakilan korban, Yus Selly mengungkapkan bahwa sempat terjadi selisih paham, karena pihak Kejati mengatakan hanya satu orang saja yang diperbolehkan masuk.

Sementara dipaparkan Yus, ada sekitar 20 orang yang merupakan perwakilan korban, keluarga korban, dan organisasi pendamping seperti Formasi dan Barisan Merah Putih yang ingin bertatap muka langsung dengan Kepala Kejati.

“Kami ini warga Negara Indonesia, kami datang kesini karena menemukan temuan-temuan mencurigakan yang kami mau sampaikan, terkait dengan mengapa orang ini pada waktu ditahan hanya 5 hari, ada apa?,” ujarnya, mengulangi perkataannya saat terjadi perdebatan.

Yus juga meminta agar tidak memperlakukan pihaknya yang sebagian besar dari Indonesia Timur seperti warga kelas satu atau kelas dua di Republik Indonesia ini. “Akhirnya bisa 3 orang, dan bertemu dengan Wakil Kepala Kejati (Wakajati), karena Kepala Kejati sedang berada di Bali” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Yus bersama dua perwakilan lain juga menyampaikan alasan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim) yang mengatakan bahwa perubahan status terdakwa dari tahanan rutan menjadi tahanan kota itu merupakan permintaan dari salah satu anggota DPRD Luwu, Sulawesi Selatan.

Dengan alasan bahwa terdakwa diundang ke acara Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), sidang majelis pekerja lengkap PGI di Palopo itu diundang sebagai penceramah.

“Lalu saya jelaskan bahwa itu bohong
Karena kami sama-sama GKSI, gereja yang sedang mengalami konflik dan ada dua kubu, status keanggotaan kami di PGI itu saja sekarang tidak jelas,” ungkapnya. Dia menambahkan, “Kami di undang kesana itu bukan sebagai anggota tapi kami di undang sebagai peninjau, boro-boro mau jadi penceramah disana, siapa dia, jadi semua kebohongan.”

Lebih jauh, Yus juga menyampaikan terkait kesamaan marga antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Rosmalida Sinaga dengan orang tua terdakwa Ernawati Simbolon. “Ibunyakan Sinaga, kami mencurigai ada apa-apa, sehingga staf Kejati Rosmalida Sinaga ini harus dimintai keterangan, dan kalau benar dugaan kami maka ini harus diganti,” katanya.

Terkait respon Wakajati, Yus mengungkapkan bahwa pengaduan mereka akan segera ditindaklanjuti. “Yang jelas di respon dan segera di tindak lanjuti,” ujarnya.

Hal lain yang juga disampaikan, Kata Yus adalah terkait kinerja JPU dari Kejari Jaktim, yang menjadi perwakilan JPU Kejati yakni Asnawi yang telah bekerja dengan sangat maksimal.

“Semua bikin kami sedih, bikin korban sedih, menangis, tetapi kita sedikit terhibur dari kerja JPU. Olehkarena itu kami sangat menghormati Kejaksaan, kami sangat menghormati JPU, kami minta agar orang seperti Asnawi ini tolong dijaga supaya dia bisa bekerja dengan baik saya bilang begitu,” tandasnya.

(Eky)

Check Also

Terbang 20 Menit, Pesawat Citilink Kembali Mendarat Di Soeta

Jakarta, sketsindonews – VP Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman benarkan adanya …

Watch Dragon ball super