Home / Berita / Indikasi Kecurangan Dalam ‘Pilkada’ Teluk Bintuni

Indikasi Kecurangan Dalam ‘Pilkada’ Teluk Bintuni

Jakarta, sketsindonews – Tim pemenangan Paslon Ali Ibrahim Bauw – Yohanis Manibuy (AYO) Fransiskus Ferry Korain sebut Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni sarat dengan kecurangan.

“Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni sarat dengan kecurangan-kecurangan yang dilakukan baik oleh penyelenggara, politik uang dilakukan di Kabupaten Teluk Bintuni terstruktur sistematis dan masif,” kata Fransiskus usai mengunjungi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI), Selasa (23/3/21).

Yang paling nyata menurutnya yakni, tidak terlaksananya rekomendasi Bawaslu Kabupaten Teluk Bintuni untuk melakukan pemungutan suara ulang di 2 TPS Kampung Sir dan Kampung Uss.

“Ada kecurangan yang dilakukan oknum wakil rakyat,” katanya.

Dugaan kecurangan dimaksud, menurut Fransiskus dilakukan dengan mencoblos surat suara sehari sebelum pelaksanaan.

“Melakukan pencoblosan sendiri 115 surat suara bukan pada tanggal 9 di mana tanggal pelaksanaan pemilihan kepala daerah kabupaten Teluk Bintuni, tetapi dilakukan pada tanggal 8 malam, bulan Desember tahun 2020 di tempat yang berbeda kemudian secara simbolis membawa atribut alat peraga Pilkada,” ungkapnya.

Terkait temuan tersebut, lanjut Fransiskus sudah ada rekomendasi Pemilihan Suara Ulang (PSU) dari Bawaslu untuk 2 TPS tersebut, namun rekomendasi tersebut tidak dilaksanakan.

“Untuk itu kami berharap kepada pihak tertinggi yang punya kewenangan untuk membasmi semua mafia-mafia politik baik yang ada di pusat maupun di daerah khususnya di kabupaten Teluk Bintuni sehingga ini kemudian menjadi efek Jera bagi pihak penyelenggara ke depan sehingga demokrasi yang dicanangkan diharapkan oleh Presiden Republik Indonesia benar-benar berjalan sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh undang-undang,” harapnya.

“Untuk itu Sekali lagi saya atas nama masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni meminta kepada kepolisian Kapolri meminta kepada bahwa Presiden, Wakil Presiden, Menteri Polhukam agar menindak tegas pihak-pihak yang telah menciderai nilai-nilai demokrasi di Kabupaten Teluk Bintuni,” tandas Fransiskus.

Sebegai informasi, dugaan pelanggaran tersebut sedang berproses di DKPP RI dan telah dimulai proses persidangan.

(Eky)

Check Also

Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Bangkalan, sketsindonews -Aksi tawuran sekelompok anak di bawah umur yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur …

Watch Dragon ball super