Home / Artikel / Inilah Surat Sri Bintang Pamungkas, Atas Tuduhan Makar

Inilah Surat Sri Bintang Pamungkas, Atas Tuduhan Makar

Depok, sketsindonews – Ernalia isteri Sri Bintang Pamungkas menolak bahwa suaminya dituduhkan makar kepada pemerintah atas penangkapannya.

Sri Bintang ditangkap dirumah kediamannya Cibubur kemaren, kini keberadaannya diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Dalam keterangan Ernalia, suami saya mau makar pakai apa, “Korek Api”, suami saya tak punya senjata. Makar itu kan harus pakai senjata.

Suami saya pakai pulpen dan otaknya,” kata Ernalia di depan Marko Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (2/12/2016).

Ernalia menyebutkan, pada tanggal 1 Desember 2016, Bintang hanya mengantarkan surat bersama Dahlia Zein. Surat itu diantarkan Bintang ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Markas Besar TNI Cilangkap.

“Surat itu mau minta sidang istimewa dan mengembalikan UUD ke UUD asli. Itu kan hak rakyat,” ujar Ernalia.

Kepada awak media, Ernalia menunjukkan surat tersebut. Berikut ini adalah isi surat yang dibawa oleh Bintang.

“Kepada Yth.: Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia d/a Gedung DPR/MPR-RI Jl. Jenderal Gatot Soebroto Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Bersama ini, kami dari kelompok Gerakan Nasional People Power Indonesia, yang merupakan gabungan dari beberapa exponen aktivis, sehubungan dengan situational tanah air sekarang ini, sudah menyampaikan keinginan kami meminta kesediaan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memanggil Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia guna menggelar Sidang Istimewa  Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (SI-MPR RI) sesegera mungkin.

Yaitu, dengan maksud menyelesaikan persoalan-persoalan Negara yang dari hari ke hari semakin berbahaya bagi kelangsungan jalannya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adapun tujuan akhir dari SI-MPR RI itu adalah untuk menghasilkan Ketetapan-ketetapan MPR-RI yang meliputi:

1. Menyatakan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 Asli di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,

2. Mencabut Mandat Presiden dan Wakil Presiden RI yang sekarang, masing-masing dijabat oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

3. Mengangkat Penjabat Presiden Republik Indonesia yang baru, yang sekaligus menjadi Ketua Presidium Republik Indonesia dengan wewenang menyusun Pemerintah Transisi Republik Indonesia.

Demikian permintaan kami, dengan harapan MPR-RI dapat memenuhinya dengan segera. Terima kasih atas segala perhatian dan kesediaannya.

Hormat saya,
Sri-Bintang Pamungkas.”

Banyak masyarakat dalam penangkapkapan para aktivis beragam pendapat.

Berikut kutipan masyarakat ; Rachman (25), yang lebih aneh lagi, mengapa anak putri presiden pertama Sorkarno berada di tempat ini ?

Keburu ketangkep jadi cuma surat aja yang menjadi alasan kalo gk ketangkep duluan pagi-pagi mungkin bisa bikin rusuh Jakarta.

Lain lagi Dada (43) dalam kutipannnya, “makar itu kan bisa lewat cara penghasutan baik dalam tulisan atau perkataan, dan juga di dalam surat tersebut jelas maksudnya untuk menurunkan presiden , yang istilah lainnya adalah makar bodoh bener ibarat maling yang ga mau di bilang maling padahal jelas mengambil barang orang lain tanpa ijin. (Nr)

 

Check Also

Festival Olahraga Rakyat Laksanakan Pembinaan Potensi Lokal

Celotebangnano, Sketsindonews – Suku Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Jakarta Jakarta melalui Kasi Olahraga …

Watch Dragon ball super