Home / Hukum dan Kriminal / Insiden Penabrak Sejoli Di Nagreg, Ini Tuntutan Panglima TNI

Insiden Penabrak Sejoli Di Nagreg, Ini Tuntutan Panglima TNI

Jakarta, sketsindonews – Tiga oknum TNI AD yaitu, Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu A Sholeh dipastikan akan dituntut penjara seumur hidup karena menjadi tersangka penabrak sejoli di Nagreg yang jasadnya dibuang ke sungai.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menilai, tuntutan penjara seumur hidup merupakan tuntutan maksimal dalam pasal yang dikenakan yakni, pasal 340 KUHP.

“Meski pasal yang dituntutkan kepada mereka memungkinkan hukuman mati, namun demikian TNI memilih tuntutan seumur hidup” kata Andika kepada wartawan di Kantor Kemenkominfo di Jakarta, Selasa (28/12/21).

Jenderal bintang empat itu membeberkan, pihaknya terus mengumpulkan tim penyidik maupun oditur. “Kita lakukan penuntutan maksimal seumur hidup walaupun sebetulnya pasal 340 ini memungkinkan hukuman mati tapi kita ingin sampai dengan seumur hidup saja” ucapnya.

Diketahui, Kasus tabrakan yang melibatkan tiga prajurit TNI dengan korban tewas sejoli Handi Saputra dan Salsabila yang kemudian dibuang ke sungai, kini ditangani oleh Puspom TNI AD (Puspomad).

Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di tiga tempat berbeda.

Dalam kasus ini, bukan hanya peristiwa kecelakaan lalu lintas saja.

Ketiga prajurit TNI AD itu diketahui membuang jasad korban kecelakaan lalu lintas tersebut ke Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Jenderal Andika Perkasa menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Bahkan Jenderal Andika memastikan, Kolonel Priyanto ditahan di fasilitas tahanan militer tercanggih di Jakarta.

Sementara, dua prajurit lainnya ditahan di Bogor dan Cijantung.

“Saat ini Kolonel P di tahanan militer yang tercanggih, yang kita sebut smart, yang baru tahun lalu kita resmikan. Nah kemudian satu anggota Koptu AS itu ada di Bogor, dan satu lagi DA itu ada di Cijantung,” kata Andika.

Andika juga menegaskan, dalam penanganan kasus ini pihaknya tidak akan menutup-nutupi.

“Kami tidak ada peradilan yang kemudian tertutup, jadi kalau ada rekan-rekan media yang mau mengawal pun kami persilakan, kita pasti buka, tidak ada yang kami tutupi,” kata Andika. (Fanss)

Check Also

Mau Safari Sholat Jum’at, Anggota Sat. Binmas Polres Sampang Dan Masyarakat Tangkap Tahanan Kabur Dari Rutan Kelas IIB Sampang

Sampang, sketsindonews – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda …

Watch Dragon ball super