Home / Artikel / Internal Satpol PP DKI 2 Kubu, Kasus Penganiyaan Wasnadi Menjadi Jelas

Internal Satpol PP DKI 2 Kubu, Kasus Penganiyaan Wasnadi Menjadi Jelas

Jakarta, sketsindonews – Ternyata perseteruan internal Satpol PP DKI Jakarta dengan adanya dugaan kasus menganiyaan terhadap Wasnadi menjadi jelas, dimana anggota Satpol PP DKI Jakarta, yang membuat pelaporan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 17 Januari 2018, diduga merekayasa kasus yang menimpanya.

Kabar yang di himpun sketsindonews.com persetuan Kasatpol PP Wahyu Yani Purwoko dan Wakasatpol PP Hidayatullah semakin runcing menimbulkan 2 kubu secara jelas.

Hal itu dikatakan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/1)

“Wasnadi sengaja dimanfaatkan Wakasatpol PP untuk menjatuhkan kredibilitas Kepala Satpol PP dengan membawa kasus tersebut ke ranah hukum,” kata Rico.

Menurut Rico, internal Satpol PP memang sudah lama bergolak. Tak heran di institusi pengawal dan pelaksanaan Perda itu ada dua kubu, yakni kubu Kasatpol dengan Wakasatpol.

Padahal dari informasi yang dihimpun Rico, Wasnadi tidak mengalami penganiayaan serius seperti yang dituduhka atas dirinya.

“Saat kejadian Kasatpol cuma mencubit pipi anak buahnya itu karena dinilai melawan kepada atasannya saat menjalani interogasi,” ujar Rico.

Rico menerangkan, sebelum peristiwa pencubian terjadi, Wasnadi diketahui berteriak-teriak saat menjadi sidang disiplin di lantai 16 Blok G Balai Kota.

Teriakan Wasnadi itulah yang membuat Kasatpol PP Yani Wahyu Purwoko keluar dari ruangannya. Wasnadi menjalani sidang karena diduga menyebarkan berita acara pengeluaran barang (reklame) ke media.

Karena itulah Rico mendorong Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk memberikan perhatian khusus terhadap konflik internal di Satpol PP.

“Hal ini penting karena Satpol PP harus melakukan pengamanan maksimal atas sejumlah kebijakan Anies-Sandi yang sedang gencar membenahi Jakarta,” kata Rico.

“Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Satpol PP DKI Yani Wahyu Purwoko dilaporkan ke polisi oleh bawahannya. Ia dituduh melakukan penganiayaan.”

“Memang benar ada pelaporan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (23/1/2018).

Argo mengatakan pelapor dalam perkara ini adalah Wasnadi, anggota Satpol PP DKI. Ia membuat pelaporan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 17 Januari 2018.

Dalam laporannya, Wasnadi menyebut insiden penganiayaan dilakukan pada 14 Januari 2018 di kantor Satpol PP di ruang posko PTI, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan Wasnadi, dia dituduh menyebarkan berita acara pengeluaran barang (reklame) ke media oleh Yani.

Karena Wasnadi merasa tidak melakukan hal seperti yang dituduhkan, keributan terjadi. Di saat itu peristiwa yang dilaporkan sebagai bentuk penganiayaan terjadi.

reporter : nanorame

 

Check Also

DPLN Solmet d Taiwan Gelar Deklarasi Pemenamgan Jokowi – Mahruf Amin

Jakarta, sketsindonews – Ratusan warga Indonesia dari berbagai kalangan di Taiwan menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf …

Watch Dragon ball super