Home / Artikel / Jangan Hanya Jadi Pengamat dan Reporter
Foto ilustrasi. (Sumber: Pendoa Sion Blog's)

Jangan Hanya Jadi Pengamat dan Reporter

Lukas 24: 13-35

Renungan – Di Indonesia sekarang ini banyak muncul pengamat-pengamat baik politik, ekonomi, dan reporter mediamasa. Para pengamat bukanlah orang sembarangan, mereka mempunyai kemampuan untuk menguraikan dan menganalisa permasalahan secara tajam.

Para reporter pun tidak kalah hebatnya. sebab mampu untuk memburu sumber berita yang otentik untuk disajikan kepada masyarakat secara lengkap dan menarik.

Pada umumnya mereka itu kebanyakan adalah penonton yang berada d luar gelanggang. Mereka tidak ikut merasakan yang mereka analisa dan laporkan. dan hidup mereka juga tidak terpengaruh.

Inilah gambaran dari dua orang murid Yesus yang menuju ke Emaus. Mereka membicarakan dan menganalisa seluruh peristiwa yang berhubungan dengan Yesus hingga kebangkitan-Nya.

Waktu yang dipergunakan untuk diskusi ini cukup panjang mengingat jarak Emaus ke Yerusalem adalah 7 mil dan ditempuh dengan berjalan kaki.

Bahkan mereka bisa melaporkan peristiwa kebangkitan Kristus secara lengkap kepada “Yesus” yang tidak mereka kenali. Namun apa yang mereka bicarakan, diskusikan dan laporkan ternyata tidak mempunyai makna apa-apa bagi kehidupan mereka. Mereka masih berduka (ayat 17). Seolah-olah mereka hanya sebagai penonton (ayat 17). Mengapa demikian?

Mereka mempunyai pengharapan yang salah terhadap misi Yesus (ayat 21). Mereka hanya terpusat kepada kebutuhan fisik.

Mereka tidak memahami sifat dari ‘peperangan’ yang sedang dimasuki oleh Kristus.

Karena itu apa yang Yesus alami merupakan kehancuran dari pengharapan mereka.

Mereka pun tidak mempunyai pemahaman yang menyeluruh atas kebenaran firman Tuhan yang tertulis (ayat 27). Pemahaman mereka hanya sepotong-sepotong.

Sesungguhnya jika mereka mempunyai pemahaman firman Tuhan tertulis secara benar dan menyeluruh, maka apa yang mereka analisa dan laporkan sudah cukup membawa mereka pada pemahaman siapakah Yesus.

Dengan demikian apa yang Ia alami akan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.

Renungkan: Sudah berapa kali Anda memperingati hari Kebangkitan-Nya? Apakah selama ini Anda hanya cakap sebagai pengamat dan reporter ataukah kebangkitan-Nya membawa pengharapan bagi kehidupan anda?

Saran: Untuk lebih memahami isi artikel, Buka juga Alkitab Lukas 24: 13-35

Sumber: Buku Acara HKBP Ujung Menteng, Minggu (30/4).

Check Also

Lurah Kwitang ; Menata Kampung Tematik Religi dan Penghijauan Pemukiman

Jakarta, sketsindonews – RTH Jalan Kramat II Kelurahan Kwitang Senen Jakarta Pusat meliputi RW 08, …

Watch Dragon ball super