Home / Artikel / Joko Edan Aktivis Lingkungan : Proklim Gerakan Partisipatif Masyarakat dan Pemerintah

Joko Edan Aktivis Lingkungan : Proklim Gerakan Partisipatif Masyarakat dan Pemerintah

Jakarta, sketsindonews – Sosialisasi progran pengelolaan lingkungan (Proklim) dalam dalam target pemerintah mengurangi emisi terus dicanangkan dalam menggerakan partisipasi aktif warga terhadap peran lingkungan.

Belum lama ini di Kantor Walikota Jakarta Pusat seluruh penggiat lingkungan serta SKPD melakukan paparan serta verifikasi terhadap kampung iklim di wilayah Jakarta Pusat. (22/7)

Menurut Sekretaris Kota Jakarta Pusat Iqbal Akbarudin disela acara proklim menyatakan, guna mendorong gerakan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim maka sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor .19 Tahun 2012 telah dikembangkan dan dilaksanakan Program Kampung Iklim di Jakarta Pusat sesuai perubahan Menteri LHK No : 84 Tahun 2016.

Kegiatan proklim merupakan program yang memberikan penghargaan tehadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi, sehingga dapat mendukung target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional dan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, tutur Iqbal.

Bahwa di Jakarta pusat dari Suku Dinas Ling. hidup telah mengusulkan 29 titik proklim utk dilakukan verifikasi namun yang lolos hanya 5 titik dan 2 titik yg lolos ke tingkat nasional yakni wilayah RW 006 Kelurahan Kebon Kosong dan Cempaka Putih Barat , semoga wilayah lainnya mengikuti jejak apa yang sudah dilakukan penggiat aktivis lingkungan.

Diharapkan ini menjadi gerakan masyarakat dalam menunjang proklim khususnya apa yang sudah diamanatkan Peraturan Menteri, terangnya.

Sementara Joko Sarjono aktivis lingkungan hidup yang kerap disapa Joko Edan dalam paparan verifikasi dihadapan para SKPD terkait serta RT/RW menjelaskan, proklim adalah sebuah gerakan lingkungan partisipatif dalam merunjang serta menjaga keseimbangan eksosistem termasuk dalam Alqur’an surat Ar’um 41 mengenai kelestarian lingkungan alam, tukasnya.

“Kita bisa lihat tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali ke jalan yang benar.”

Proklim diarahkan sebagai instrumen pengumpulan data dan informasi mengenai “good practise” di tingkat masyarakat yang berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Ada 3 (tiga) hal cakupan untuk warga masyarakat untuk mengetahui aspek lingkungan, ujar Joko Edan, pertama.kegiatan adaptasi perubahan iklim antara lain pengendalian kekeringan, banjir dan tanah longsor, peningkatan ketahanan pangan, penanganan atau antisipasi kenaikan muka rob laut, pengendalian penyakit terkait iklim

Kedua, kegiatan mitigasi perubahan iklim , mencakup : pengelolaan sampah dan limbah padat, pengelolaan dan pemanfaatan limbah cair, penggunaan energi baru, terbarukan dan konversi energi , budidaya pertanian, peningkatan tutupan vetigasi, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan

Ketiga, kelompok masyarakat dan dukungan berkelanjutan antara lain, kelompok masyarakat yg memiliki struktur organisasi, rencana program dan kaderisasi dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah, LSM, lurah, Camat (pihak terkait).

Gerakan proklim tidak akan berhasil secara maksimal jika tak ada kesadaran masyarakat maupun pemerintah dalam menunjang keseimbangan alam, tutup Joko Edan.

reporter : nanorame

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super