Home / Artikel / Jual Beli Lapak Parkir, Copot Kadis Dishub DKI Beserta Oknum Yang Bermain

Jual Beli Lapak Parkir, Copot Kadis Dishub DKI Beserta Oknum Yang Bermain

Jakarta, sketsindonews – Jual lapak parkir liar Jalan Sabang Kebon Sirih Jakarta Pusat terdeteksi karena adanya oknum bermain antara petugas Dishub Provinsi DKI Jakarta, oknum pedagang kali lima (pkl) serta pihak ketiga dalam melebar sayap bisnir parkir oleh Managament Mata Biru.

Harga puluhan juta lapak sabang, selain pengelolaan parkir on the street jalur lampu merahpun menjadi zona parkir selain lokasi space taman, ujar Buyung kepada sketsindonews.com. (10/12)

block space. parkir. doc

“Kami akan bongkar kasus jual lapak, selain terjadinya kontrak tunggal bawah terhadap ijin pengelolaan oleh management mata biru di tiga titik, antaranya, Kota Tua Fatahillah, Kelapa Gading serta Jalan Sabang, tegasnya.

Sementara Direktur Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mendesak Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap kebijakan derek jalan yang tidak ada klasifikasi, seolah derek itu lebih banyak mudharatnya menjadikan rawan pungli.

Masak jalan kampung di derek, sementara protokol yang ada dilokasi pendestrian keramaian hanya dikutip parkir oleh karena adanya oknum yang bermain baik Dishub DKI dan UPT Parkir.

Dasar itu yang menjadi pertimbangan, dimana dalam operasionalnya mobil derek tersebut tidak bekerja secara maksimal. Usulan untuk mobil derek tahun 2018 lebih baik dibatalkan karena menghambur-hamburkan Anggaran Pembelanjaan Biaya Daerah (APBD).

“Lebih baik usulan mobil derek untuk tahun 2018 dibatalkan yang nantinya akan diterima oleh tingkat kota sebanyak 2 unit dengan harga lebih dari 1 milyar. Ini akan terjadi sia-sia menjadi barang rongsokan”.

Contohnya terminal bayangan di wilayah Jakpus menjamur. Ini tidak boleh dibiarkan terjadi jual beli lapak, seperti lahan 1.000 M yang milik salah satu Bank yang kini dikuasakan pihak ketiga menimbulkan pegawai Bank Mandiri menjadi bayar, walaupun itu masih separuh lahan karena masih terjasinya sengketa lahan.

LP2AD mendesak Gubernur Anies-Sandi mencopot oknum Dishub yang bermain jual beli lapak,” tegas, Ketua LP2AD, Victor Irianto Napitupulu.

Ia juga mengkritik kinerja BP parkir dan Sudin Perhubungan tumpang tindih. “Dari hasil investigasi, kawasan area parkir Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat diperjual belikan termasuk kontrak atau tender di sejumlah titik yang nantinya Dishub Provinsi DKI Jakarta akan memberikan alat kepada pihak ketiga dalam pengeloaan parkir, ujarnya.

Copot saja Kadis Perhubungan jika benar oknum bermain dalam pungli serta jual lapak, tegasnya.

Victor juga mempertanyakan, aturan Block Space yang ditunjuk langsung Dinas ini. “Yang kita ketahui kontraknya sudah diputus. Tapi fakta dilapangan terjadi jual beli lapak yang secara terang – terangan di lakukan, jelasnya.

reporter : nanorame

 

Check Also

Harkitnas Ke-110, Indonesia Menuju Era Ke-Emasan

Malang, sketsindonews – Bertempat di Stadion Dirgantara Lanud Abd Saleh dilaksanakan upacara bendera dalam rangka …

Watch Dragon ball super