Back

Media Terpercaya

Karangan Bunga Penuhi Pelataran Pengadilan Tipikor Jakarta

Jakarta, sketsindonews – Persidangan kasus dugaan korupsi asuransi PT Jiwasraya, yang diberlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dipenuhi karangan bunga dukungan para terdakwa yang saat ini tengah diadili.

Berbagai jenis dan ukuran karangan bunga itu menghiasi halaman depan gedung pengadilan di Jalan Bungur Raya Jakarta Pusat.

Untuk itu Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI meminta kepada Pengadilan Negeri Jakpus agar menertibkan karangan bunga itu.

“Baliho karangan bunga tersebut kami pahami sebagai bentuk dukungan kepada terdakwa dan berpotensi mempengaruhi hakim dalam persidangan. Kami yakin pembuat baliho karangan bunga dimaksudkan untuk upaya membebaskan para terdakwa dugaan korupsi Jiwasraya dengan cara-cara diluar persidangan,” ucap Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam keterangannya, Jumat (12/6/20) sore.

Menurutnya penempatan baliho karangan bunga tersebut tidak etis dan tidak pada tempatnya.

Sebab kata Botamin, pengadilan adalah lembaga netral yang tidak berpihak kepada siapapun kecuali kebenaran dan keadilan. Selain itu, hakim harus bersikap adil dan tidak berpihak.

“Hal tersebut tertuang dalam keputusan ketua mahkamah agung dan ketua komisi yudisial nomor: 047/KMA/SKB/IV/2009 dan nomor: 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang kode etik dan pedoman perilaku hakim,” cetusnya.

Ia menambahkan, jika hendak membela terdakwa sudah terdapat saluran melalui penasehat hukum masing masing dari terdakwa dan pembelaan tersebut telah diberi ruang dalam bentuk pembacaak eksepsi pada hari Rabu 10 Juni 2020.

“Kami memduga pemasangan baliho karangan bunga tidak mendapat ijin dari kepolisian setempat sehingga harus ditertibkan dan atau dilarang. Pemasangan baliho karangan bunga tersebut adalah bentuk penyaluran aspirasi sebagaimana ketentuan Undang Undang No. 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat Dimuka Umum, sehingga harus terdapat ijin dari kepolisian setempat dan jika tidak ada ijin harus dilarang,” tandas Boyamin.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.