Home / Berita / Kasus Makar, Dari Sri Bintang Pamungkas Hingga Gafatar
Ilustrasi. (Dok. Tribun Bali)

Kasus Makar, Dari Sri Bintang Pamungkas Hingga Gafatar

Indonesia, sketsindonews – Makar atau perbuatan melawan negara belakangan ramai dibicarakan dan juga dibahas pada berbagai media.

Bahkan beberapa tokoh atau aktivis sempat diamankan dengan dugaan makar. Seperti Sri Bintang Pamungkas yang pada Desember 2016 lalu diamankan pihak kepolisian dengan tuduhan makar.

Dia diduga ingin menuntut Sidang Istimewa MPR RI saat itu. Markas Besar Polri resmi menetapkan sejumlah tersangka dengan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP mengenai perbuatan makar dan pemufakatan jahat untuk melakukan makar.

Sri Bintang ditetapkan tersangka dengan sejumlah aktivis lainnya macam Kivlan Zein, Adityawarman Thahar, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko Santjojo, Alvin Indra, Rachmawati Soekarnoputri, dan kakak beradik Rizal dan Jamran.

Tidak hanya itu, masyarakat juga sempat diramaikan dengan diamankannya organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang juga di duga melakukan kegiatan yang mengarah ke arah makar. Untuk Gafatar sendiri di kenakan pasal penistaan agama dan juga makar.

Namun secara kebetulan, pada maret 2017 kedua kasus tersebut sama-sama terlepas dari dugaan Makar. Untuk kasus Gafatar sendiri hanya dikenakan pasal penistaan agama.

 

Pengertian Makar.

Secara Umum Pengertian Makar adalah suatu rencana tersembunyi yang teguh untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pembuat makar kepada sasarannya dengan cara yang tidak disangka – sangka.

Pengertian Tindak pidana makar adalah suatu tindak pidana yang berhubungan dengan masalah keamanan negara. Mengapa seseorang melakukan tindak pidana makar banyak faktor yang mempengaruhi, tetapi umumnya adalah rasa ketidak puasan terhadap pemerintahan/kekuasaan yang sedang berlangsung.

Perbuatan tersebut pada umumnya dilakukan oleh sekelompok orang yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama, meskipun tidak tertutup, kemungkinan juga dilakukan oleh satu atau dua orang saja.

Dari pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa makar adalah:

  • Melakukan tipu daya secara sembunyi-sembunyi,
  • Memalingkan orang lain lain dari tujuannnya dengan suatu bentuk tipu daya,
  • Menimpakan hal yang dibenci kepada orang lain dengan sembunyi-sembunyi,
  • Rencana yang tersembunyi untuk menyampaikan orang yang ditipunya kepada sesuatu yang tidak disangka-sangka.

 

Pasal Tentang Tindak Pidana Makar.

  • Pasal 107 KUHP
    Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Para Pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.
  • Pasal 104 KUHP
    Makar yang dilakukan dengan tujuan akan menghilangkan nyawa atau kemerdekaan Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia, atau dengan tujuan akan menjadikan mereka tidak dapat menjalankan pemerintahan sebagai mana mestinya (tot regeren ongeschiktmaken). Hukumannya adalah hukuman penjara selama-lamanya dua puluh tahun, hukuman mana oleh Penetapan Presiden Nomor 5 Tahun 1959 dinaikkan menjadi hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama dua puluh tahun.

Dari rumusan Pasal 104 KUHP terdapat tiga macam tindak pidana, antara lain :

  1. Makar yang dilakukan dengan tujuan untuk membunuh Presiden atau Wakil Presiden;
  2. Makar yang dilakukan dengan tujuan untuk merampas kemerdekaan Presiden atau Wakil Presiden;
  3. Makar yang dilakukan dengan tujuan untuk menjadikan Presiden atau Wakil Presiden tidak dapat menjalankan pemerintahan.

Editor: Eky / Berbagai sumber

Check Also

SBY Perintahkan Kader Partai Demokrat Hentikan ‘Sementara’ Dinas Di BPN Prabowo-Sandiaga Uno

Jakarta, sketsindonews – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta seluruh pimpinan maupun …

Watch Dragon ball super