Back

Media Terpercaya

Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara HAM Paniai Papua

Jakarta, sketsindonews – Kejaksaan Agung melalui Direktorat HAM Berat Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus), mengembalikan berkas perkara penyelidikan HAM dalam peristiwa di Paniai Papua kepada Komnas HAM selaku penyelidik, Kamis (19/3/20).

Demikian dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspemkum), Kejaksaan Agung, Dr Hari Setiono dalam keterangan resmi yang diterima sketsindonews.com, Jumat (20/3/2020) sore.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Rabu 12 Februari 2020 Komnas HAM dengan surat pengantar Nomor : 003/TPPH/PAPUA/II/2020 tanggal 11 Februari 2020 telah menyerahkan berkas hasil penyelidikan dugaan pelanggaran HAM Berat atas peristiwa di Koramil Eranotali Paniai Provinsi Papua yang terjadi pada tanggal 7 – 8 Desember 2014.

Ia mengatakan berkas hasil penyelidikan diserahkan beserta lampirannya berupa berkas-berkas pemeriksaan para saksi dan ahli sebanyak tujuh bundel berkas. Berkas hasil penyelidikan Komnas HAM dikembalikan karena berdasarkan penelitian Tim jaksa penyidik pada Direktorat HAM Berat Jampidsus, belum memenuhi syarat formiil maupun syarat materiil.

“Karenanya berkas hasil penyelidikan tersebut dinyatakan belum cukup bukti memenuhi unsur pelanggaran HAM Berat,” kata Dr Hari.

Kekurangan yang cukup signifikan menurutnya, ada pada kelengkapan materiil karena belum terpenuhinya seluruh unsur pasal yang akan disangkaan yaitu pasal 9 Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

“Petunjuk untuk memenuhi kekurangan atas berkas hasil penyelidikan pelanggaran HAM berat peristiwa Paniai Provinsi Papua sudah disampaikan oleh Tim Penyidik dalam surat yang ditanda-tangani oleh Jaksa Agung RI pada tanggal 13 Maret 2020 dan sesuai ketentuan pasal 20 ayat (3) Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, Komnas HAM mempunyai waktu 30 hari untuk melengkapi kekurangan berkas hasil penyelidikan dan kemudian mengembalikan berkas penyeledikan kembali kepada Jaksa Agung RI selaku Penyidik Pelanggaran HAM Berat,” pungkasnya.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.