Back

Media Terpercaya

Kejaksaan Seakan Tak Berdaya Hadapi Para Terpidana

Jakarta, sketsindonews – Dalton Ichiro Tanonaka, Chandran J Punjabi, Feryani Kusuma Intan, Almira Zaveria Kwane dan Donny Andi Saragih.

Adalah para terpidana aneka kasus hukum pidana, namun belum jua dilakukan upaya pelaksanaan putusan pengadilan oleh jaksa. Padahal kelima bromocorah itu telah mempunyai kekuatan hukum tetap alias inkracht.

Konon katanya Kejaksaan adalah jaksa eksekutor terkait perkara pidana. Namun mengapa koprs Adhyaksa seolah-olah dibuat tak berdaya oleh perangai kelima bromocorah itu?

Untuk urusan perkakas intai, Kejaksaan telah memiliki perangkat yang canggih bernama: Adhyaksa Monitoring Center atawa AMC Lagi-lagi lembaga yang berpusat di Jalan Sultan Hasanuddin Jakarta Selatan, tak jua bisa mendeteksi keberadaan para buronan tersebut sampai hari ini.

Sayangnya Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budisantoso pun belum merespon portal ini.

Sementara itu pegiat anti korupsi Boyamin Saiman, saat dihubungi sketsindonews.com, Rabu (11/3/2020) pagi. Mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin agar segera memerintahkan Kejati DKI mengeksekusi Dony Saragih.

“Meskipun Dony Saragih mengajukan upaya hukum PK namun hal ini tidak menghalangi eksekusi,” ujar Boyamin.

Boyamin berharap, jangan sampai masyarakat beranggapan hukum menjadi lemah jika berhadapan dengan orang berdasi dan tajam kepada orang miskin. “Ini akan jadi contoh buruk,” pungkasnya.

Duduk perkara para terpidana

Khalayak perlu mengetahui terpidana Dalton adalah warga negara Amerika. Dia terlilit masalah penipuan sebesar Rp6;5 miliar. Pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung, Dalton divonis empat tahun penjara.

Dalton sebelumnya dituntut 3 tahun 6 bulan oleh jaksa yang kemudian divonis bersalah oleh PN Jakarta Pusat dengan hukuman selama dua tahun 6 bulan. Namun di tingkat banding, PT DKI Jakarta, hakim tinggi Soleh Mendrofa membebaskan WN AS itu.

Sayangnya, saat akan dilaksanakan putusan MA dengan mengeksekusi terpidana tiada lagi di tempat domisilinya.

Bahkan sejak tahap penyidikan hingga duduk di kursi pesakitan, penyidik membutuhkan waktu 3 tahun. Tak hanya itu, Dalton dikabarkan sempat pula dua kali, mencoba melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh pihak Imigrasi dan Kejati DKI Jakarta di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng yakni pada 4 April 2018 dan 9 Mei 2018.

Kemudian trio terpidana Chandran J Punjabi, Feryani Kusuma Intan dan Almira Xaveria Kwane. Ketiganya tersandung perkara pembobolan Bank Yudha Bahkti dengan kerugian Rp480 miliar.

Pada tingkat kasasi, terdakwa Chandran J Punjabi (owner PT Pronto) dihukum tujuh tahun penjara, Feriyani Kusuma Intan, diganjar 5 tahun penjara dan Almira Xaveria Kwane, juga dihukum 5 tahun penjara. 

Terakhir terpidana Donny Andi Saragih merupakan mantan Dirut PT Transjakarta. Ia dihukum oleh Mahkamah Agung selama 2 tahun kurungan badan lantaran terbukti melakukan penipuan. Kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst.

Donny tidak sendirian menjalankan aksi tipu muslihat. Dia bersama Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut “turut serta melakukan penipuan berlanjut” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.