Back

Media Terpercaya

Kejar Target WBK dan WBBM, Kejari Jakpus Terapkan Aneka Pelayanan Publik

Jakarta, sketsindonews – Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terus berbenah meski dimasa pandemi seperti ini.

Berbenah dalam melakukan perubahan pada 6 area pengungkit pembangunan Zona Integritas (ZI) WBK/WBBM, berbagai inovasi berbasis IT.

Tujuannya, untuk mengurangi interaksi langsung namun publik tetap terlayani dengan prima. Dan juga demi meraih target predikat WBK dan WBBM dari Kemenpan dan RB

“Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu faktor kami melakukan inovasi agar pelayanan di Kejari Jakpus tetap berjalan dengan baik dimasa pandemi ini” ujar Titin Herawati Utara, SH.,MH Kasubagbin Kejari Jakpus, Kamis (24/9/20) siang.

Hal tersebut dikatakan Kasubagbin Kejari Jakpus Titin Herawati, menanggapi pemberitaan sketsindonews.com yang berjudul “Soal Komitmen WBK Kejari Jakpus Minim Inovasi” Rabu (23/9/20).

Menurut Titin yang juga sebagai Ketua Pelaksana Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM Kejari Jakpus bahwa pada masa pandemi covid-19 pihaknya sudah meluncurkan berbagai inovasi yang berbasis IT guna mengurangi interaksi langsung.

“inovasi tersebut antara lain, penutupan loket tilang untuk menghindari penyebaran virus covid-19 dengan mengalihkan pelayanan pembayaran denda tilang melalui BRIVA dari bank BRI, Bank Mandiri, Kantor Pos se DKI Jakarta bahkan bisa juga pembayaran tilang secara Chas On Delivery” katanya.

Selain itu, lanjut Titin bukan hanya pembayaran tilang saja yang bisa dilakukan secara COD tapi pelayanan jenguk tahanan bisa juga melalui aplikasi Whatshapp serta aplikasi pengelolaan benda sitaan melalui “SI BIJAK” yang terintegrasi dengan ARSYS.

“Kami juga melakukan pembangunan ruang video conference sebagai saranan persidangan dan meeting online serta banyak lagi innovasi yang dilakukan oleh Tim Pembangunan ZI Kejari jakpus sebagai bukti kesungguhan untuk melakukan perubahan agar tercapai Kejaksaan yang lebih baik.” pungkasnya.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.