Back

Media Terpercaya

Kejari Usut Dugaan Pungli Dana TK di Pamekasan

Pamekasan, sketsindonews – Kejaksaan Negeri Pamekasan akan mengusut dugaan pungli dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Taman Kanak-Kanak (TK) yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidikan di wilayah Kecamatan Pademawu.

Oknum tersebut adalah Kelompok Kerja Kepala TK di wilayah setempat berinisial NM. Namun dalam pernyataan NM di sejumlah media, uang yang dikondisikan dituding bukan pungli, melainkan uang sukarela. 

Informasinya, setiap cair BOP TK tersebut, ada beberapa persen yang harus diterima NM. Misalkan Rp 30 juta, maka lembaga TK harus menyetor Rp 750 ribu. Parahnya pungli ini sudah berlangsung sejak tahun 2017.

Akan tetapi pada tahun 2019 masuk pencairan tahap 2, pungutan ini baru terbongkar setelah salah seorang pengelola TK berani menceritakan ke publik. Akibatnya sejumlah lembaga TK di Kabupaten Pamekasan mendadak riuh. Terlebih kepada tenaga pendidik yang dicurigai. 

Kepala Kejari Pamekasan Teuku Rahmatsyah mengatakan, kasus pungli BOP TK sudah masuk ke mejanya. Saat ini kejari akan mempelajari perkara kasus yang sudah bergulir tersebut. 

“Ada masyarakat yang melaporkan terkait dugaan pungli dana BOP beberapa waktu lalu, saya sudah disposisi agar pelajari dan teliliti,” kata dia, Kamis (9/4/20).

Teuku berjanji akan menindaklanjuti perihal kasus tersebut dengan aturan hukum yang berlaku. Menurutnya, setiap laporan yang masuk harus diteliti dan dipelajari. Syaratnya yakni mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Tim kami sedang meneliti dan mengumpulkan sejumlah data,” papar dia. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyayangkan indikasi pungli masih terjadi di tubuh pendidikan di wilayah Kabupaten Pamekasan. Dia meminta agar Dinas Pendidikan segera bertindak. 

“Bukan saatnya tenaga pendidik main pungli. Seharusnya mereka memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Kami akan evaluasi Disdik untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

(nru/skt) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.