Home / Berita / Metropolitan / Kerumunan Masjid Akbar Kemayoran Hingga Kotoran Kuda Delman Perlu di Tertibkan

Kerumunan Masjid Akbar Kemayoran Hingga Kotoran Kuda Delman Perlu di Tertibkan

Jakarta, sketsindonews – Kawasan PPKK Masjid Akbar sekitarnya merupakan lintasan idola warga Kemayoran hingga kini menjadi sarana interaksi warga jelang sore hingga malam hari.

Terlebih para orang tua mengajak anak isteri walau hanya sekedar jalan sore sambil menikmati kuliner atau membeli sesuatu cendera Mata untuk anak dikawasan tersebut.

Kawasan Masjid Akbar sudah terkenal dengan maskot ondel – ondel semakin tertata, terlebih kondisi pandemi menjadi alternatif destinasi sore hari bagi para keluarga hingga para pelaku ekonomi lakukan pemanfaatan kawasan PPKK tersebut. Hingga masuknya beberapa pengais delman untuk sekedar berputar – putar dengan tarif sekali naik mencapai 10 ribu – 25 ribu rupiah.

“Hadirnya kusir delman beberapa unit menjadi perhatian warga cinta lingkungan dimana para kusir tidak menjaga nilai kebersihan kawasan termasuk kotoran hewan kuda delman tidak dibersihkan hingga menjadi tanda tanya warga,” ucap pemerhati lingkungan Joko Sardjono (62) warga Kebon Kosong, Minggu (17/5/21).

Ia meminta para kusir delman untuk ditertibkan para Satpol PP Jakarta Pusat jika tidak memiliki syarat menjaga kotoran kuda dan dibiarkan tidak dibersihkan hingga para penikmat kuliner menjadi terganggu bau tak sedap.

Sementara sumber PPKK saat dikonfirmasi sketsindonews mengatakan, para kusir delman sesungguhnya tidak boleh beroperasi apalagi merusak tatanan kebersihan lingkungan hingga mengganggu hyginitas lingkungan ppkk.

“Kami berharap pihak Kecamatan Kemayoran dan Kelurahan Kebon Kosong bersama Satpol PP bisa menertibkan untuk memberikan edukasi para kusir untuk tidak lagi operasi jika tidak menjaga lingkungan sesuai apa keinginan para visitor yang ingin lintas serta singgah dikawasan ppkk,” tukas sumber.

Sementara Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, sehubungan pasca Idul Fitri antisipasi Covid-19 meningkat, maka kawasan kerumunan untuk menjadi prioritas para SKPD terkait baik Satpol PP, Dishub dan Security PPKK lakukan penataan dalam mengurai kerumunan terlebih adanya “kusir delman” dibiarkan beroperasi hingga timbul gangguan ketertiban umum maka harus di selesaikan dengan cepat.

“Kordinasi antar lini perlu bersama pihak PPKK untuk mengurai keramaian bagi para pengunjung (warga) tanpa prokes dan menjadikan rentan penyebaran Covid – 19 dari hasil interaksi mobilisasi massa tidak terkendali,” ujarnya.

“Perlu ketegasan pihak aparatur lingkungan setempat untuk bisa menyelesaikan kekuatiran warga akan resiko bahaya tertular akibat lemahnya disiplin masyarakat tidak taat prokes sesuai himbaun pemerintah,” tutup Irwandi.

(Nanorame)

Check Also

Barisan Merah Putih RI Papua Dukung Penegakan Hukum Terhadap Koruptor di Papua

Jakarta, sketsindonews – Aktivis 98, Arlon H P Sinambela menyebut bahwa penegakan hukum tehadap Gubernur …

Watch Dragon ball super