Home / Artikel / Kini Saatnya Ruang Publik Gunakan Bahasa Indonesia

Kini Saatnya Ruang Publik Gunakan Bahasa Indonesia

Jakarta, sketsindonews – Pemkot Jakarta Pusat bertekad fungsi ruang publik (RPTRA) siap menggalakan pengunaan Bahasa Indonesia di ruang publik, langkah ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pengunaan Bahasa Indonesia di ruang publik oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  Kamis, (20-04-2017)

Asisten Administrasi dan Kesejahtraan Rakyat Jakpus Mohamad Fahmi mengungkapkan,  di wilayah Jakpus masih banyak reklame maupun papan nama yang masih mengunakan bahasa asing. Padahal, papan nama maupun reklame itu ada di Jakpus yang merupakan bagian dari Negara Indonesia.

“Kita sering kali lupa mengunakan Bahasa Indonesia di ruang publik. Padahal ini bagian dari ketertiban umum. Maka dari itu sudah seharusnya kita menggalakan pengunaan Bahasa Indonesia di seluruh ruang publik yang ada di wilayah Jakpus,” ungkapnya.

Terkait dengan penertiban reklame yang masih mengunakan bahasa asing ini Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakpus Fuadi menegaskan, sudah seharusnya Jakpus melakukan aksi setelah adanya sosialisasi mengenai pengunaan Bahasa Indonesia di ruang publik. Menurutnya, untuk melakukan penertiban reklame yang masih mengunakan Bahasa Asing ini perlu dibuatkan jadwal dan titik reklame mana saja yang akan ditertibkan.

“Setelah jadwal ini ada, tahap pertama akan kita persuasi dulu untuk menganti bahasa asing yang digunakan dalam reklame, ke dalam Bahasa Indonesia”.

Bila belum diganti meskipun sudah dipersuasi barulah kita lakukan pembongkaran. Kedepan kita juga akan berkordinasi dengan unit lain untuk mengunakan kaidah baku Bahasa Indonesia di ruang publik,” tegasnya.

Dalam sosialisasi tersebut Peneliti Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Wisnu Sasangka mengungkapkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang kebarat-baratan dan kearab-araban dalam berbahasa.

Padahal, seharusnya masyarakat Indonesia yang gemar mengunakan bahasa asing seperti Ingris dan Arab pada percakapan sehari-hari ini mengunakan Bahasa Indonesia.

Masyarakat kita ini banyak salah kaprah, dengan mengunakan bahasa keingris-ingrisan ini dapat merubah gengsi dan status sosial.

Padahal tidak demikian, satu-satunya alat pemersatu kita tinggal Bahasa Indonesia. Kalau kita tidak bangga mengunakan Bahasa Indonesia, bagaimana kita bisa menunjukan kelas kita sebagai Bangsa Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembelajaran Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Fairul Zabadi menyatakan, untuk membuat Bahasa Indonesia mendapatkan ruang di negaranya sendiri, harus ada upaya membuat pengunaan Bahasa Indonesia ditempat yang seharusnya, seperti dengan menertibkan reklame, dan membuat perlombaan antar sekolah.

“Di Jakarta Selatan, sudah ada perlombaan pengunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik di sekolah-sekolah. Mungkin ini bisa diterapkan juga di Jakpus,” harapnya.

reporter : nanorame

 

Check Also

Diktator dan Politik Bukan Musuh Demokrasi

Jakarta, sketsindonews – Sebuah tulisan Bung Hatta dari kunpulan artikel media Panji Masyarakat perlu menjadi …

Watch Dragon ball super