Home / Berita / KPAI: Waspadai Modus Nikah Kontrak
Komisioner KPAI Bid Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah

KPAI: Waspadai Modus Nikah Kontrak

Jakarta, sketsindonews – Belum teruai kasus anak-anak yang dilacurkan di Kalibata Citty, Publik sudah geram lagi dengan adanya informasi 3 orang anak asal Jabar yang diperdagangkan ke Tiongkok China di akhir Juli 2018.

Tidak tanggung-tanggung modus pelaku adalah merekrut menjadi SPG padahal mereka mengirimkan anak-anak tersebut ke China untuk dikawinkan secara Kontrak dengan orang Thiongkok.

Dalam pengakuan orang tua korban, menurut Komisioner KPAI Bid Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah anak-anak ini belum memiliki KTP. Akan tetapi germo dan sindikatnya berhasil meloloskan administrasi korban.

“KPAI menyoroti manipulasi administrasi menjadi pintu kerentanan migrasi korban perdagangan anak,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (31/7).

Ai mengatakan, perlu langkah tegas Kepolisian untuk siapapun, apalagi jika Oknum Aparat pemerintah menyalahgunakan wewenang untuk memuluskan administrasi perdagangan orang harus dipidanakan dengan maksimal 15 tahun penjara dan Denda maksimal 300 juta rupiah sesuai UU NO 21/2007 tentang TPPPO dan UU NO 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Lebih lanjut, Ai juga menyerukan agar tidak terjebak terminologi Agama karena Istilah Kawin kontrak (Nikah Mut’ah), Nikah Sirri, Nikah di bawah tangan, Nikah usia dini, sering kali menjadi pintu masuk (modus) perdagangan orang di Indonesia.

Masyarakat harus mewaspadai terma-terma agama yang dijadikan alat legitimasi dalam memuluskan aksi pelaku.

“KPAI menghimbau kewaspadaan orang tua dan keluarga harus dibarengi komitmen Tokoh agama agar turut menentang perdagangan orang, karena dalam agama manapun dinyatakan anak bukanlah komoditi yang dapat dipertukarkan apalagi diperjual belikan,” terangnya.

“Anak merupakan amanah yang harus dilindungi, dan dipenuhi hak dalam kehidupannya,” tambah Ai.

Lanjutnya, KPAI meminta agar korban segera dikembalikan ke Indonesia, dan mendapat perlindungan secara fisik dan psikologis agar mereka mendapatkan pemulihan dan kembali dalam pengasuhan keluarga dengan benar.

KPAI juga mengapresiasi Polda Jabar yang sudah berhasil membongkar sindikat tersebut dengan terus mendorong agar bekerja sampai membongkar hingga akar-akarnya dengan tegas

Hotline Pengaduan

Mirisnya perdagangan anak dengan beragam modus, membuat masyarakat harus lebih memperkuat pertahanan keluarga. Terlebih pada saat ini anak-anak baru lulus SMP dan jika tidak mampu melanjutkan kemungkinan putus sekolah, bahkan lulusan SMA dan para job seeker, agar lebih berhati-hati dalam mencari lapangan kerja.

KPAI meminta seluruh pihak bisa bekerja sama bahu membahu menutup rapat kemungkinan sekecil apapun praktik perdagangan orang (anak). Untuk itu KPAI membuka hotline laporan dan pengaduan untuk membantu keluarga dan kerabat yang mengindikasikan adanya tindak perdagangan orang di sekitar kita ke nomor +62 821-3677-2273

Sebagai informasi, sampai dengan tahun 2018 jumlah kasus trafficking dan eksploitasi anak dr tahun 2011 dalam pantauan KPAI sudah menunjukkan angka 1956 kasus dengan praktik tertinggi adalah anak korban Eksploitasi seksual komersial anak dan anak korban Prostitusi.

“Dengan kerjasama seluruh pihak semoga praktik perdagangan orang bisa dicegah sedini mungkin,” tutup Ai.

(Red)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super