Kwitang Perlu di Dorong Potensi Religius, Selain Program ‘Jobless’ Menjadi Prioritas

Jakarta, sketsindonews – Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara meminta wilayah Kecamatan Senen mempunyai variable berbeda dalam setiap wilayah Kelurahan dalam mengembangkan potensi memajukan wilyah.

“Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan secara khusus sektor phisik dan non fisik harus menciptakan membahagiakan warganya, itu intinya,” ujar Bayu saat didampingi Camat Senen Ronny Jarmiko membuka Musrenbang di lantai IV Kantor Kecamatan Senen Kota Jakarta Pusat, Senin (27/02/20).

Lanjut Bayu, “Destinasi trotoar telah berbagai upaya dilakukan menjadi area interaksi, namun Kecamatan Senen juga perlu di dorong untuk menjadi wisata religi dengan prototype Kelurahan Kwitang untuk dikembangkan potensi ini melalui peran majelis dengan para habaib, disini ada Habib Ali Kwitang untuk digandeng berkolaborasi menciptakan tatanan religius wilayah.”

Bayu Mega mantan Kabiro Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan dengan kegiatan non fisik ini juga bisa menjadikan peluang sumber lain bagi warga dengan kualitas SDM tentunya meningkat.

“Dengan keguyuban warga menjadi sangat penting dalam memajukan kota dan membahagiakan warganya dengan silturahim semakin kokoh tentunya potensi itupun akan lahir melalui peran aktif warganya,” ucapnya.

Secara bersamaan Camat Senen Ronny Jarmiko mengatakan, sesuai arahan Walikota Bayu Mega untuk bagaimana menciptakan sumber-sumber potensi ini harus ada penyesuaian karakteriktik seperti Paseban, Bungur, Kenari, tentunya secara umum membangun interaksi trotoar bisa dikembangkan dengan menggandeng stake holder.

Tapi khusus wilayah Kelurahan Kwitang kegiatan lebih religius menjadi sangat mumpuni dalam pengembangan simpul religius untuk kita kerahkan dengan potensi keguyuban warga menjadi sangat peluang dikembangkan.

Artinya, kata Ronny apa yang disampaikan Walikota Jakarta Pusat Kwitang menjadi prioritas fungsi peningkatan potensi religius, itu menjadi pekerjaan rumah Lurah kami untuk mengembangkan ini.

Terkait wilayah lain perlu juga seperti Paseban untuk menggerakan potensi ini walaupun dalam musrenbang faktor sektor fisik perbaikan saluran masih dominan bagi prioritas.

“Program “jobless” menampung aspirasi warga dalam pelatihan juga harus kita kembangkan mengingat sektor ini dalam menyalurkan peran pemuda (warga) bisa trampil untuk memiliki skill sehingga bisa tersalurkan untuk bekerja,” ucap Ronny.

Hadir dalam musrenbang anggota DPRD DKI Ismail dari PKS, Dekot Kecamatan Senen Sanusi, para Kasudin, Wakil Camat Senen, Sekcam Senen, Kasie, Kasatpel, Kasektor, RT, RW, LMK, kader PKK, Katar, FKDM, pendamping rembug RW dan tokoh masyarakat dengan hasil 414 usulan terdiri dari 283 kegiatan fisik dan 13 kegiatan non fisik serta 118 kegiatan usulan pengadaan barang dengan total anggaran sebesar Rp. 106.705.143.412.

Usulan fisik terbanyak antara lain perbaikan saluran air dari Sumber Daya Air (SDA) dan cermin cembung dan garis kejut dari Perhubungan.

(Nanorame)