Home / Berita / Mafia Karantina ! Loloskan WNI India di Bandara Soetta, Pakai Kartu Pas Dinas Pariwisata DKI

Mafia Karantina ! Loloskan WNI India di Bandara Soetta, Pakai Kartu Pas Dinas Pariwisata DKI

Jakarta, sketsindonews – Pemerintah Negara India kini alami peningkatan kasus Covid serta ribuan meninggal dunia perharinya selain penanganan tim medis dalam kasus tidak sebanding dari kasus penularan di Negara tersebut.

Sementara pemerintah Indonesia kini sedang menutupi warga WNI keturunan untuk masuk ke Indonesia termasuk dari India.

Pengawasan ketat baik melalui pintu masuk Bandara Internasional Sukarno Hatta setidaknya melalui protap ketat termasuk untuk melalui karantina terlebih dahulu. Polisi kini tengah mengusut mafia karantina dari kasus lolosnya WNI inisial JD yang datang dari India via Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tanpa melalui protokol kesehatan.

Dua pelaku inisial S dan RW yang meloloskan JD pun telah dimintai keterangan petugas dan lolos dari pemeriksaan. Apa pasalnya dikarenakan ada mafia dengan pas bebas penjagaan.

Dari pemeriksaan awal kepada dua pelaku, polisi menemukan keduanya menggunakan kartu pas bandara untuk Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

“Dari pas bandara yang ada pada mereka disebutkan di pas bandara tersebut: Dinas Pariwisata DKI,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kombes Adi Ferdian Saputra saat dilansir  detikcom , Selasa (27/4/21).

Adi belum memerinci lebih jauh terkait identitas pelaku S dan RW tersebut. Dia menyebut kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan menyampaikan detail pengungkapan kasus tersebut pada sore nanti.

“Disampaikan detail sore nanti ya,” imbuh Adi.

Sebelumnya diketahui, JD mengaku membayar sejumlah uang kepada S untuk dibantu agar meloloskannya masuk kembali ke Indonesia tanpa melewati prosedur protokol kesehatan. Berbekal uang tersebut, S dan RW membantu JD melenggang mulus kembali memasuki Indonesia tanpa harus dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari.

“Ini yang kemudian dilakukan upaya oleh pelaku-pelaku ini baik dia sebagai pengurus atau penumpang untuk menghindari karantina selama 14 hari. Dia (JD) membayar Rp 6,5 juta kepada Saudara S,” ungkap Yusri.

“Yang bersangkutan (JD) tanpa melewati karantina kemudian diurus oleh seseorang inisial S dan RW bisa berhasil masuk tanpa karantina terus kembali ke rumahnya,” sambungnya.

Lebih lanjut Yusri mengatakan masih menggali keterangan dari para pelaku. Secara khusus penyidik kini tengah mendalami cara pelaku S dan RW bisa meloloskan JD kembali ke Indonesia tanpa melalui proses karantina.

Pokoknya kita masih dalami kenapa mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami.

Sambung Yusri, sudah ramai orang-orang nakal ini orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Makanya saya bilang ini mafia. Ini lagi kita dalami,” tandas Yusri.

(Nanorame)

Check Also

Ikatan Kepala Desa Tanggapi Warga Pamekasan Jadi Sasaran Sosialisasi DBHCHT

Pamekasan, sketsindonews – Warga desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, jadi sasaran program Dinas Pemberdayaan …

Watch Dragon ball super