Home / Berita / Dugaan Penipuan, Anggota DPR Marinus Gea Berpotensi Jadi Tersangka

Dugaan Penipuan, Anggota DPR Marinus Gea Berpotensi Jadi Tersangka

Jakarta, sketsindonews – Kuasa Hukum kasus penipuan, Wardaniman Larosa, menyatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan Bareskrim Mabes Polri menetapkan anggota DPR RI Fraksi PDIP Marinus Gea sebagai Tersangka.

Melalui pesan WhatsApp, senin (3/4) dijelaskan bahwa Marsimus Gea yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) serta Ketua DPD Taruna Merah Putih Banten tersebut telah dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga (Roslina Hulu) dengan Laporan Polisi No.228/II/2017/Bareskrim, Tanggal 28 Februari 2017 di Markas Besar Polri atas dugaan penipuan pembelian dua bidang tanah seluas 11.592 M2 kepada ibu Roslina Hulu (ibu rumah tangga) dengan harga Rp.100.000 (seratus ribu) permeter.

Dijelaskan bahwa dugaan penipuan ini baru diketahui oleh ibu Roslina Hulu ketika Sertifikat Hak Milik sudah beralih atas nama Marinus Gea. Pada saat tanda-tangan Akta Jual Beli (AJB) Marinus Gea belum membayar sama sekali kepada ibu Roslina Hulu. Baru 3 hari berselang tanda-tangan AJB baru membayar Rp. 200.000.000, (dua ratus juta rupiah).

“Kemudian sampai dengan saat ini Marinus Gea belum juga membayar sisa sebesar Rp. 959.200.000,-(sembilan ratus lima puluh sembilan juta dua ratus ribu rupiah) meskipun Sertifikat Hak Milik sudah beralih atas nama Marinus Gea,” paparnya.

Atas Laporan Polisi diatas, Menurut Wardaniman, Bareskrim Mabes Polri telah gerak cepat dan serius mengusut kasus penipuan ini dengan telah melakukan pemanggilan kepada pelapor yang tertuang dalam Surat Bareskrim Mabes Polri Nomor : B/534-PD/III/2017/Dit Pidum, tertanggal 13 Maret 2017 dan juga telah melakukan pemeriksaan yang dituangkan langsung ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pelapor (Roslina Hulu) dan saksi pelapor (Charisda Christa Hulu) pada tanggal 29 Maret 2017.

“Pemeriksaan Pelapor dan saksi Pelapor telah dilakukan sejak pukul 10.00 wib sampai dengan pukul 22.00 wib. Pemeriksaan tersebut cukup lama karena penyidik ingin kasus ini segera diselesaikan, sehingga penyidik menggali informasi sebanyak mungkin dari Roslina Hulu dan Charisda Christa Hulu terlebih mereka ini berdomisili di Kota Gunungsitoli dan Kota Yogyakarta,” ujar Wardaniman Larosa.

Bahkan khusus untuk pemeriksaan pelapor sendiri, dijelaskannya telah dilanjutkan besok harinya pada tanggal 30 Maret 2017 mulai pukul 10.00 wib sampai dengan pukul 17.00 wib di Bareskrim Mabes Polri. Diungkapkannya bahwa pemeriksaannya cukup padat, “substansi ini dilakukan guna untuk mengumpulkan bukti permulaan yang cukup, sehingga nantinya akan ditingkatkan ke tahap penyidikan dan bahkan tidak tertutup kemungkinan terlapor Marinus Gea akan dijadikan sebagai tersangka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wardaniman Larosa sangat mengapresiasi langkah penyidik Bareskrim Mabes Polri yang objektif, transparan dan merespon dengan cepat laporan kliennya, “terlebih – lebih laporan polisi ini ditangani langsung Bareskrim Mabes Polri dan tidak melimpahkan ke Polres Nias akan menjadikan proses penyelidikan dan penyidikan kasus penipuan ini akan semakin terang, berjalan sesuai prosedur, transparan, terkontrol tanpa intervensi dari pihak manapun,” tutupnya. (*)

Check Also

Tiga Jabatan Komandan Skadron Lanud Abdul Saleh Diserahterimakan

Malang, sketsindonews – Serah terima jabatan merupakan bukti eksistensi dan hidupnya sistem sebuah organisasi. Hal …

Watch Dragon ball super