Back

Media Terpercaya

Masihkah Ada Harun Masiku?

Jakarta, sketsindonews – Keberadaan politikus PDIP Harun Masiku hingga kini bak ditelan bumi. Hilang tak berbekas. Padahal pihak KPK konon telah mencari Masiku ke berbagai penjuru arah mata angin.

Namun entah mengapa sosoknya belum juga ditemukan?

Untuk diketahui nama Harun Masiku sudah masuk dalam daftar pencarian orang alias DPO pihak Komisi anti sogok. Meski demikian pimpinan KPK mengklaim telah menyebarkan infomasi kepada penegak hukum seantero jagad perihal sosok Harun Masiku.

Menurut Koordinator Masyarakar Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman saat dihubungi sketsindonews.com, dirinya sangat mengkhawatirkan keberadaan Harun Masiku. “Saya kuatir Harun sudah meninggal,” kata Boyamin, Jumat (17/4/2020) pagi.

Pasalnya kata dia, Harun adalah saksi kunci dalam kasus dugaan suap bekas Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Sebab, apabila Harun tertangkap, Boyamin melanjutkan, dikhawatirkan akan terbongkar semua dugaan skenario kotor masuknya nama Harun dalam daftar pergantian antar waktu (PAW), dari Nazaruddin Kiemas yang telah wafat.

“Terlebih ia berasal partai pemenang pemilu,” kata Boyamin menjelaskan.

Mantan Sekretaris MA, Nurhadi

Setali tiga dengan Harun Masiku, mantan pejabat Mahkamah Agung, Nurhadi pun bernasib serupa.

Nurhadi, Rezky, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal dan Hiendra Soenjoto belum juga dilakukan penahanan oleh KPK sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (16/12/2019) silam

Sebelumnya, KPK telah juga melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah dokumen maupun alat komunikasi dalam penggeledahan di Kantor Hukum Rahmat Santosa dan Partners di Surabaya, Jawa Timur. Selain kantor hukum, ada sebuah rumah di Surabaya dilakukan penggeledahan oleh KPK

Bonyamin menjelaskannya, Nurhadi selain mendapat kwitansi pembelian apartemen, ia juga mendapatkan data rekening koran. “Dengan aliran dana masuk dan keluar, serta data teman-teman keluarganya,” pungkas Boyamin.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.