Back

Media Terpercaya

Memetik Hikmah Dari Musibah

sketsindonews – Awal tahun 2020, digemparkan dengan berita menyebarnya wabah virus Covid-19. Pandemi ini cepat menyebar, bahkan mendarat di tanah air pada bulan ketiga.

Semenjak itulah berbagai aturan baru dibentangkan. Pemerintah dengan tegas mengambil kebijakan Work From Home (WFH). Dampaknya tentu menyerempet ke berbagai bidang seperti pendidikan dan ekonomi.

Tetapi entah kenapa ini seperti jawaban dari Tuhan atas doaku. Bukan, aku sama sekali tidak berharap ada wabah yang meraja-lela mengacak-acak negara. Aku bersyukur adanya kebijakan WFH ini membuatku bisa lebih lama bersama ibu. Sejak Januari ibu sakit, yang membuatnya harus banyak istirahat.

Ibu adalah orang yang sangat cerdik dan hebat. Bisa menjadi orang tua tunggal yang melakukan segalanya. Menghadapi berbagai masalah dengan kepala dingin. Aku sangat sadar, itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi ia memiliki tanggungan untuk ke-empat anaknya.

Melihatnya terbaring lesu sungguh mengiris hati. Beruntungnya, saat ibu di diagnosa sakit ada aku dan si sulung, kakakku. Kami sedang liburan semester, biasanya kami tidak berada dirumah melainkan di tempat kos masing-masing.

Baru beberapa minggu aku masuk kampus, kebijakan WFH turun karena peningkatan tajam korban Covid-19. Kurasa Tuhan mengabulkan doaku secara terselubung. Berangsur-asur kemudian kondisi Ibu membaik dan pulih.

Disambung dengan rumah yang menjadi ramai. Dampak dari WFH yang mengharuskan menuntut ilmu dirumah, dengan pembelajaran daring. Kekeluargaan yang kurindukan karena semuanya berkumpul. Aku menyadari ini jarang terjadi. Tahun-tahun sebelumnya, saat menjelang ramadhan pasti ada saja kesibukan masing-masing.

Adikku yang tertua, menempuh pendidikan pesantren sejak lulus SD. Ia sama seperti aku dan kakakku yang hanya libur saat akhir semester saja. Tetapi jadwal liburan kami tidaklah cocok, jarang sekali berkumpul utuh seperti ini.

Semenjak hari pertama ramadhan, seluruh anggota keluarga sudah berkumpul. Ibu bercerita, ia merindukan suasana rumah yang berisik dan gaduh. Ia bahkan rindu memarahi anak-anaknya saat nakal. Tersirat kasih sayang mendalam dimatanya saat mengucapkan itu.

Terkabullah sudah rasa rindunya ini. Pertengkaran dan candaan menghiasi rumah. Mengukir memori saat pandemi.

Semua orang berharap pandemi cepat berakhir, begitupun denganku. Setiap musibah tidak hanya terselimuti oleh masalah saja. Tentunya selalu ada hal positif yang dapat diambil. Memetik buah hikmah dari masalah, dengan selalu bersyukur dan berfikir positif.

(Salsabila Raihani/PNJ)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.