Back

Media Terpercaya

Miskomunikasi, Aksi Mahasiswa Papua Diganti Diskusi Ilmiah 100 Hari Kerja Jokowi

Jakarta, sketsindonews – Selisih paham terkait isu aksi mahasiswa Papua yang rencananya akan dilakukan pada Selasa 28 Januari 2020 mendatang diselesaikan dengan diskusi.

Dalam berita sebelumnya, Pengurus Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA), Arman Asso menyatakan bahwa gerakan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), yang akan melakukan aksi, di Patung Kuda, Jakarta Pusat, tersebut adalah ilegal.

Kepada sketsindonews.com, Arman Asso mengatakan telah bertemu dengan Rajit Patiran yang menginisiasi aksi tersebut.

“Kita sudah klarifikasi semua, pointnya tanggal 28 tidak turun dan solusi yang ditemukan akan diskusi disalah satu cafe di Ciputat,” kata Arman melalui sambungan telepon, Sabtu (25/01/20) malam.

Menurut Arman pengurus IMAPA mengambil alih kegiatan tersebut untuk melakukan diskusi bersama Rajit Patiran yang juga merupakan bagian dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

“IMAPA ambil alih dan sudah ketemu dengan Rajit Patian difasilitasi oleh Ketua Bamus Papua-Papua Barat untuk diskusi menyatukan mahasiswa papua,” ujar Arman kembali menekankan.

“Kita adakan diskusi 100 hari Kerja Jokowi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Rajit Patiran memastikan bahwa rilis sebelumnya terkait aksi tersebut telah dicabut dan tidak ada rilis baru terkait aksi.

“Karena saya dengan bung Asso sudah bertemu, nanti masalah komunikasi dengan teman-teman AMP disampaikan lewat beliau (Arman Asso),” singkat Rajit.

Pada hari yang sama, Ketua Bamus Papua-Papua Barat, Willem Frans Ansanay menyatakan bahwa terjadi miskomunikasi antara kedua belah pihak terkait aksi 100 hari kerja Presiden Joko widodo (Jokowi)

Lalu, menurutnya kedua belah pihak sepakat akan mengadakan diskusi ilmiah tentang NKRI.

“Saya hanya mencoba memfasilitasi kedua belah pihak yang berbeda pandangan supaya berbicara dalam koridor hukum aturan di Negara ini, apapun persoalannya disampaikan secara prosedur secara baik di 100 hari kerja,” ujarnya saat dihubungi pada hari yang sama.

“Intinya saya mencoba untuk mendamaikan keduanya supaya tidak terjadi saling menyalahkan dan berakibat pada konflik fisik,” tutup Frans.

(Eky)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.