Home / Artikel / Modus Baru Proyek Sosialisasi Tenaga Kerja Sudin Naker Jakarta Pusat, ” Kok Kami Masih Nganggur

Modus Baru Proyek Sosialisasi Tenaga Kerja Sudin Naker Jakarta Pusat, ” Kok Kami Masih Nganggur

Jakarta, sketsindonews – Modus baru tipu program sosialisasi dalam bentuk pelatihan dengan iming langsung kerja dari APBD DKI akan terus menjadi pengakalan ( sistemik) di Pemprov DKI Jakarta sepertinya akan terus bergulir karena adanya kerjasama antara pelaksana proyek di SKPD – UKPD dalam kegiatan ini.

Misalnya saja telah diketemukan indikasi Satuan Perangkat Kerja di Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat saat wartawan menanyakan proyek sosialisasi dengan iming – iming langsung kerja dengan recruitmen peserta yang mengikuti program hingga kini boong habis.

Kepala Sudin Tenaga Kerja Kota Jakarta Pusat Didik Supardi sepertinya terus mengelak pertanyaan berbagai wartawan.

Lantaran, pihaknya disudutkan melakukan penipuan terhadap beberapa warga sebagai peserta yang dilatih satpam, security hingga kini tak jelas dan masih menganggur.

“Kita, Sudin Nakertrans Jakarta Pusat hanya mengikuti program kegiatan pelatihan bagi warga Jakarta Pusat untuk menjadi peserta pelatihan Security atau satpam saja,” ujarnya. (17/11/2017) sore.

Menurut Didik, pelatihan ini juga dilakukan tidak hanya asal pilih tapi peserta yang tidak diharuskan warga Jakarta Pusat ini harus pula mengikuti proses perekrutan yang sudah dilakukan.

“Kita juga yang merekrut warga sebagai peserta untuk dilatih proritas warga Jakarta Pusat tapi kalau tidak ada wilayah lain juga dipersilakan yang terpenting memenuhi persyaratan,” elak Didik.

Meski begitu, Didik mengaku untuk penempatan bagi peserta yang sudah dilatih itu kewenangan Kepala Seksi Penempatan dan Pelatihan dalam memproses tindak lanjut hasil pelatihan.

“Untuk penyaluran peserta yang sudah dilatih itu. Kan ada Kasi Penempatan dan Pelatihan. Namanya pak Washington silakan ditanyakan kepadanya langsung,” jelas Didik.

Ditempat terpisah, salah satu peserta mengaku hingga saat ini dirinya dan peserta lain yang mengikuti pelatihan belum disalurkan menjadi satpam ke perusahaan yang bekerjasama dengan Sudin Nakertrans Jakarta Pusat.

“Faktanya kami masih ngangur alias hanya di iming – iming sebagai peserta sosialisasi yang di jamin bisa kerja, kok kami masih nganggur. ”

Kami telah ikut pelatihan sesuai prosedure sejak 24 Agustus lalu. Pelatihan yang ditempatkan di Sawangan Depok, Jawa Barat,” ucap salah satu peserta berinisial Yogi Jumat (17/11).

Untuk menutupi kebutuhan selama pelatihan dan anak istri, dirinya mengaku telah menjual cincin pernikahan hingga dirinya mengutang dengan berbagai cara.

“Selama pelatihan berlangsung. Saya menjual cincin pernikahan dan Handphone untuk kebutuhan keluarga dirumah. Tapi hingga sampai sekarng Sudin Nakertrans belum menyalurkan kerja juga. “Dan sertifikat hasil pelatihan sampai sampai yang dijanjikan tidak kunjung diberikan,” cetusnya.

Hal senada juga dikeluhkan SP, dirinya merasa dibohongi dengan janji manis Sudin Nakertrans. Ia pun sempat menemui Kepala Suku Dinas Nakertrans Jakarta Pusat, Didik beberapa waktu lalu. Namun, hanya janji yang terus diucapkan dan tinggal janji dengan berbagai alasan.

“Bisa jadi kegiatan pelatihan satpam ini hanya permainan mereka saja. Biar bisa manfaatkan anggarannya,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Sudin Nakertrans Jakarta Pusat telah melaksanalan kegiatan perekrutan pelatihan satpam untuk disalurkan ke perusahaan.

Dengan jumlah 75 peserta menggelontorkan anggaran sebesar 198.750.000 melalui Penunjukan Langsung (PL) PT. Mahendra Arya Satya. Sepertinya kasus seperti ini mereka bekerja sama dalam polanya yang penting jalan dulu, ujar SP

“Itu kegiatan PL nya juga ada di Kasi Penempatan dan Pelatihan Washington, proyek kegiatan ini seharusnya tidak bisa berjalan dulu sebelum adanya kerja sama perusahaan lain dengan pihak Sudin Tenaga Kerja adanya kesepakatan penempatan tenaga kerja, ujungnya program asal jadi atau fiktif dalam output program Sudin Tenaga Kerja.

“Kami minta Sudin Tenaga Kerja Kota Jakarta Pusat mempertanggung jawabkan kapan kami bekerja, sementara bila di tanya selalu saja ngeles.” dengan berbagai cara, tegasnya

reporter : nanorame

 

 

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super