Home / Berita / Sudah Kehilangan Anak, Motor Pasutri Tidak Mampu Ini Ditahan Pihak Rumah Sakit
Ilustrasi (Dok. sketsindonews.com)

Sudah Kehilangan Anak, Motor Pasutri Tidak Mampu Ini Ditahan Pihak Rumah Sakit

Jakarta, sketsindonews – Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin jadi peribahasa yang tepat untuk Heri dan Nurjanah, pasangan suami istri (Pasutri) yang pada 03 November 2017 lalu dikarunia seorang anak perempuan.
Karena, saat ini pasutri tersebut harus merelakan putrinya menghadap sang pencipta, serta juga harus berupaya menebus Kendaraan roda dua yang saat ini ditahan oleh pihak Rumah Sakit Firdaus.

Kepada awak media yang menemui keduanya di kediaman, di Pegangsaan, Jakarta Utara, Selasa (12/12/17), Heri meceritakan bahwa bayinya sempat di tahan lantaran tidak bisa melunasi biaya sebesar kurang lebih 17 juta untuk biaya perawatan bayi.

Pada saat itu, menurut Heri bukan hanya persoalan biaya anaknya ditahan pihak rumah sakit, namun akan di lakukan pemeriksaan lanjutan.

“Bayi di lahirkan Tanggal 3 November 2017, pukul 05.00 wib. Saat itu salah satu suster menyampaikan bahwa bayinya itu normal, jantungnya juga normal hanya berat badan saja yang tidak seimbang karena bobotnya hanya 1Kg,” jelas Heri. Untuk itu, Heri menambahkan, “Rencananya bayinya mau di bawa pulang namun kata Dokter mau di ronsen terlebih dahulu, ketika di tanya kenapa di ronsen pihak dokter tidak ada yang menjelaskan terlebih dahulu.”

Lalu, saat dilakukan pemeriksaan, Kata Heri, tidak ada yang mendampingi, karena mereka berdua telah pulang ke rumah. “Pas pagi-paginya saya mendapatkan kabar bahwa anak saya kritis sekitar pukul 05.30 wib. Setibanya saya di Rumah sakit sekitar pukul 07.00 wib saya tidak bisa masuk melihat anak saya dengan alasan sedang di lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Informasi bahwa anaknya telah meninggal Pukul 06.00 Wib didapat dari seorang perawat. “Kami bisa masuk sekitar pukul 08.00 wib dan bayi sudah meninggal tanpa ada penjelasan dari dokter hasil ronsen apa dan alasan meninggalnya kenapa,” ungkap Heri kecewa.

Mendapat kejadian seperti itu, sangat membuat Heri yang kesehariannya bekerja sebagai supir angkutan umum terpukul, karena harus merelakan anaknya pergi meninggalkan mereka selamanya, serta harus melunasi biaya sebesar 17 juta.

“Kita harus bayar 17 juta atas biaya perawatan bayi dengan menandatangani surat perjanjian yang awalnya saya tidak mencantumkan tanggal kapan pembayaran, namun karena harus di lampirkan tanggal selama 18 hari saya harus memlunasi pembayaran atas biaya tersebut dengan jaminan motor saya di tahan,” tutup Heri.

(Eky)

Check Also

Menulis Berita?, Perhatikan Hal Berikut

sketsindonews – Berita adalah sebuah informasi yang berasal dari kejadian yang benar-benar terjadi. Kejadian yang …

Watch Dragon ball super