Back

Media Terpercaya

Optimalisasi Lahan, Kebun Bhineka Kebon Kosong Bangun Ekonomi Pertanian Lokal

Jakarta, sketsindonews – Kolaborasi Garda 06 dan Karang Taruna pemanfaatan lahan dalam memacu ketahanan pangan Kebun Bhineka di RW 06 Kelurahan Kebon Kosong Kemayoran telah menjadi embrio pemberdayaan lokal masyarakat sekitar dan membentuk mental bagi warga untuk membuat pertanian ditengah kota.

Kebun Bhineka telah beberapa kali panen dari tangan terampil masyarakat yang belajar pertanian sebagai hasil produksi yang telah dibangun oleh masyarakat.

Menurut Ketua RW 06 Ghurabilah kerap disapa “Bimbim” saat didampingi aktivis lingkungan Joko Sardjono mengatakan, ini merupakan konsep dari kepedulian masyarakat yang tergabung dalam kelompok orang tua, para cendikiawan, tokoh masyarakat di Garda.

“Sementara kelompok anak muda (Karang Taruna) di bawah pimpinan Qorina sebagai penggerak sementara Garda sebagai pendorong dalam membangun konsep pembangunan dan memperdayaan lokal warga,” tuturnya, Minggu (18/10/20).

“Ketika kebun Bhineka menjadi embrio saat ini telah berdampak positif, dimana para penggiat pertanian unsur masayarakat secara sungguh lakukan perawatan, penanaman berbagai jenis sayuran,” ujarnya.

Kedepannya kemungkinan ekspansi pemanfaatan perlu kita lakukan melihat perkembangan sangat signifikan dalam membangun ketahanan pangan lokal, nantinya setelah tumbuh para inisiator pertanian dari unsur masyarakat membuka lahan optimalisasi di lingkungan masing – masing.

Aktivis Lingkungan Joko Sardjono menambahkan, Kebun Bhineka dalam konsepnya sebagai proses edukasi maupun pemahaman petani kota, sekaligus menjadi lokasi pemerintah Sudin PPKP melakukan berbagai sosialisasi metode pertanian kota.

“Selama ini dalam telhnisnya warga datang kelokasi ini untuk terus melakukan pembibitan pohon, penanaman serta perawatan serta budi daya ikan lele yang ada dilokasi ini,” terang Joko.

UU Omni Bus Law dan Optimalisasi Lahan Tak Fungsi

Sementara komunitas Garda Jay Salim mengatakan, apa yang sudah dilakukan masyarakat dalam menggerakan potensi sebenarnya harus perlu didorong oleh pemerintah kota maupun PPKK (pemilik lahan) seiring hasil serta dampak kedepannnya masyarakat petani kota ini perlu adanya optimalisasi pemanfaatan lahan baru bagi kepentingan perluasan pertanian warga.

“Seiring saat UU Omni Bus Law (Cipta Kerja) yang sudah disahkan juga mengulik soal lahan untuk kepentingan masyarakat kesejahteraan ekonomi juga menyoal soal ini, jadi lahan yang tidak terpakai selama ini untuk kepentingan bisnis perorangan dilahan milik Sekneg (PPKK), terlebih dikuasai sepihak bisa diserahkan oleh masyarakat untuk dijadikan pemberdayaan ekonomi lingkungan,” tandas Jay.

“Wilayah meliputi 6 RW di Kelurahan Kebon Kosong merupakan milik PPKK maka ini bisa dikonsesi jika betul – betul masyarakat cerdas mampu melalukan pemikiran serta kontribusi bagi kepentingan kesejahteraan di lingkungan wilayah,” tutup Jay.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.