Back

Media Terpercaya

Pasar Gardu Asam Kemayoran Kurang Disiplin Tegakan PSBB Transisi

Jakarta, sketsindonews – Warga lingkungan pasar Gardu Asam Kemayoran serta lingkungan pasar dalam kerawanan covid – 19 dengan mengutamakan protokeler kesehatan banyak dilanggar oleh warga tersebut.

Terbukti saat Satpol PP terpadu lakukan razia masker sejak kemaren masih banyak lintas warga cuek bebek tanpa gunakan masker sehingga Satpol PP memberlakukan sanksi sosial terhadap warga saat di berhentikan petugas.

Menurut Yusran Kasatpol PP Kelurahan Kemayoran menyatakan, sungguh sangat ironi warga lintas lingkungan terus lakukan pelanggaran serta merta tak takut akan wabah Covid – 19.

Sepertinya mereka sulit di edukasi saat PSBB transisi padahal sudah diiketemukan warga sekitar ada 7 terkena positif.

“Banyak justru kalangan anak muda yang melanggar, sesuai Pergub Nomor 51 Tahun 2020, sehingga dalam terus memonitor akhirnya kami akan membuka posko tambahan disekitar pasar,” ketus Yusran, Selasa (9/6/20).

Saat dirazia mereka,”Yah itu alasan klasik lupa, malas entah seribu alasan seperti bagi pasangan muda – mudi saat ditanya petugas”.

“Dari hasil razia masker hingga kemaren berjumlah 10 pelangar untuk diberikan tugas menyapu lingkungan pasar Gardu Asam,” jelas Yusran.

Kumuhnya Pasar Gardu Asam

Sementara salah satu warga Kemayoran Dewi (43) menyikapi sikap Kepala pasar Gardu Asam Sriyono selama ini tak lakukan empati untuk partisipatif dalam mencegah antisipasi wabah bagi pedagang serta pengunjung untuk mematuhi aturan protoker kesehatan.

“Bukan hanya kesan kumuh lingkungan pasar namun sisi lain pembiaran terhadap wajib masker pihak pasar tak lakukan pemeriksaan, apalagi penyemprotan massal lingkungan pasar,” ungkap Dewi.

Segi penataan pasar juga dibiarkan tanpa ada larangan terkait kesemrawutan pasar walaupun pasar tersebut sudah tua seperti gubuk renta tanpa seperti pasar tradisional milik pemerintah DKI Jakarta.

“Lingkungan pasar sudah menjadi kewajiban bagi pihak pengelola pasar dalam melakukan PSBL (lokal) agar ekonomi bergerak dan dapat berlangsung namun menjadi prioritas utama tentunya kesehatan itu lebih penting saat warga lakukan interaksi ekonomi,” tutup Dewi.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.