Home / Artikel / Pasar Tradisional DKI Jakarta, Management Warung Kopi

Pasar Tradisional DKI Jakarta, Management Warung Kopi

Jakarta, sketsindonews – Beberapa pasar Tradisonal di Kota Jakarta Pusat masih menderita yang hingga saat ini tak bisa di revitalisasi uang hanya sebatas wacana Pemprov DKI Jakarta.

Hal ini terkaitan management pasar selaku pengelola hanya seperti model warung kopi mengutip restribusi tanpa adanya upaya penataaan lingkungan pasar tradisional untuk bisa sejajar dengan pasar modern lainnya di Jakarta.

“Stigma di masyarakat pasar tradisioanal kalo gak becek dan rusak, kumuh sarana prasarana bukan pasar tradisional namanya, kita bisa melihat dengan nyata seperti pasar Serdang, pasar Rawa Kerbau, pasar Karang Anyar semuanya rusak oleh kondisi pembiaran, ujar Ketua Pengawas Pemantau Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu (VIN). (2/2)

Kondisi pasar seperti ini karena pengelola melakukan pembiaran, dari tahun ke tahun tidak pernah disentuh. Padahal pasar tradisional ini merupakan target pemerintah pusat untuk segera menuntaskan target Nasional revitalisasi pasar per tahun mencapai 500 unit untuk segera di perbaiki, tandas VIN.

Sambung VIN, langkah yang tepat Dirut PD. Pasar Jaya disarankan mengevaluasi jajaran Area Manager yang nota bene tak mampu melakukan sentimen positif bagi perkembangan pasar tradisional di hadapan publik.

“Kalo publik sudah bilang pengelola lebih terfokus menghitung retribusi dengan gaya mengaturnya seperti warung kopi, “hitam kopinya kental pasarnya dengan segudang masalah lingkungan”.

Sementara Camat Sawah Besar Martua Sitorus Jakarta Pusat menegaskan, kondisi pasar tradisional sepatutnya kondisinya bisa sedikit di perbaiki dalam menata kawasan menjadi lebih baik bila pihak pengelola melakukan prioritas perbaikan secara bertahap tata lingkungan oleh pengelola yang profesional, tukasnya.

Tapi ini banyak yang tidak dilakukan seperti pasar Karang Anyar. Keniscayaan menjadi baik dan tertata dengan management area pengelola yang mempunyai kemampuan bukan hanya mengandalkan retribusi target PAD BUMD, umpatnya.

Kondisi pasar yang carut marut itu menjadi tantangan pengelola untuk mengajak perannya bersama pedagang menegakan sebuah pasar tradisional sesuai dengan nilai estetika, kebersihan, penanggulangan sampah, parkir hingga tak keluarnya pedagang hingga ke jalan raya, terang Martua.

reporter : nanorame

Check Also

Festival Olahraga Rakyat Laksanakan Pembinaan Potensi Lokal

Celotebangnano, Sketsindonews – Suku Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Jakarta Jakarta melalui Kasi Olahraga …

Watch Dragon ball super