Home / Artikel / Pedagang Parcel Cikini “Kekeh” Please Deh Kami Cuma Sebulan Kok…

Pedagang Parcel Cikini “Kekeh” Please Deh Kami Cuma Sebulan Kok…

Jakarta, sketsindonews – Pedagang musiman parcel Cikini warga RW 01 Pegangsaan, Menteng Jakarta Pusat masih “kekeh” bahkan tak menghargai upaya pemerintah dari mulai Lurah, Camat dan Walikota dalam mencari solusi terkait larangan berjualan Parcel di trotoar Jalan Pegangsaan Timur.

Hal ini terungkap saat pertemuan warga (pedagang) parcel kembali mencuat untuk sekian kalinya dilakukan oleh pihak Pemerintah Kelurahan Pegangsaan kembali mengalami jalan buntu.

Setiap jelang bulan Ramadhan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru warga pedagang parcel tak pernah selesai dalam solusi penataan, walaupun pihak Walikota Jakarta Pusat telah berupaya mencari alternatif usaha parcel lebih legal untuk para pedagang sebelumnya ditempatkan di jalan penataran.

Namun hal ini ditolak pedagang dengan alasan jauh dari akses pembeli, gak laku dan sudah icon di jalan.

doc.sketsindonews.com

Sebaliknya, sesuai dengan dasar surat pernyataan yang disepakati pedagang pada tanggal 17 Juni 2015 dalam nota kesepakatan mereka berjanji akan mengikuti aturan realokasi di jalan Penataran Pegangsaan, surat itupun di tanda tangani oleh Ketua DPRD DKI Prasetyo Eko Marsudi bersama Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Warga (pedagang) serta Camat Menteng saat itu Lilik Handayani.

Kedua, dalam poin itu dinyatakan, ijin berdagang kami di jalan Pegangsaan Timur hanya untuk tahun ini (2016) dan akan pindah di jalan Penataran yang di fasilitasi oleh Sudin UMKM Kota Jakarta Pusat.

“Surat itu hingga kini menjadi dasar bagi kami bahwa jalan Pegangsaan Timur tak boleh untuk berdagang parcel,” ujar Lurah Pegangsaan Suprayogi di hadapan warga pedagang parcel, tadi malam. (18/5)

Kami tetap lakukan upaya solusi bagi mereka dengan menunjuk lokasi di pasar Kembang Cikini, itupun mereka belum bisa menerima dengan berbagai alasan.

Walaupun, pihak pemerintah telah melakukan penertiban sterilitas PKL kawasan itu, tukasnya.

Mereka nantinya untuk kami tempatkan usaha berdagang sesuai dengan jumlah pedagang yang ada.

Sambung Yogi, dalam keputusan pertemuan antar warga (pedagang) tercatat 78 pedagang yang berusaha kami upayakan untuk dapat tertata dengan validasi data mengutamakan kepentingan warga yang tinggal.

Selain aturan lain yang nantinya mereka pedagang yang di Globe Trade Centre (GTC) tidak turun kebawah sesuai posisi penataan.

“Kalo itu terencana dengan baik sebanyak pedagang tersebut bisa muat di lokasi pasar Kembang Cikini.”

Dalam pertemuan akhirnya tak ada titik temu yang di hadiri seluruh pedagang yang juga secara langsung di hadiri Wakapolsek Menteng Kompol Pieter tak menuai hasil.

Dipihak lain salah satu Tokoh Masyarakat Pegangsaan yang tak mau disebut namannya, saat ditemui sketsindonews.com mengatakan, kami sudah upayakan selaku tokoh untuk mentaati aturan serta solusi dari pihak pemerintah.

Yah mereka ada setuju pada dasarnya apa yang di sampaikan pihak Lurah di pasar Kembang, namun nanti kami jadi permusuhan karena perbedaan sudut pandang pemikiran, bahkan bisa terjadi gesekan antar warga “pro kontra,” tuturnya.

Camat Menteng Paris Lembong beberapa waktu yang lalu mengatakan, kami akan lakukan penertiban serta penjagaan sesuai dasar surat itu yang mereka sepakati, tegasnya.

Kami perlu koordinasi antar instansi untuk lebih kuat dalam penjagaan, hingga para pedagang parcel mau secara sadar solusi yang kami cari sebenarnya untuk mereka lebih legal, tidak melanggar aturan kepentingan publik, terang Lembong.

reporter : nanorame

Check Also

Harkitnas Ke-110, Indonesia Menuju Era Ke-Emasan

Malang, sketsindonews – Bertempat di Stadion Dirgantara Lanud Abd Saleh dilaksanakan upacara bendera dalam rangka …

Watch Dragon ball super