Back

Media Terpercaya

Pemerintah Jokowi Segera Bangun RS Penyakit Wabah Menular di Batam

Jakarta, sketsindonews – Presiden Jokowi kini terus bergerak cepat dalam antisipasi wabah virus Corona dengan membangun instalasi Rumah Sakit di Pulau Batam Riau.

Pria Solo ini gerak cepat. Tak mau kalah dengan China yang membangun RS Huoshenshan di Wuhan dalam waktu 9 hari. Jokowi juga akan membangun RS serupa yang akan selesai 28 Maret mendatang.

Ini sesuai dengan unggahan di laman resmi twitternya, tulisanya.

“Pemerintah tengah mempercepat pembangunan fasilitas pengendalian infeksi penyakit menular, terutama Covid-19 di atas lahan 20 ha di Pulau Galang, 56 km dari Kota Batam. Saya menargetkan, pembangunan fasilitas ini selesai 28 Maret 2020.”

Pemerintah mengebut proyek fasilitas karantina untuk pengendalian virus corona atau covid-19, di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Proyek ditargetkan selesai pada akhir bulan Maret ini.

Pulau Galang terletak di selatan Pulau Batam dan menjadi salah satu pulau gugusan Kepulauan Riau.

Rencananya, pemerintah akan membangun pusat karantina atau fasilitas observasi penyakit menular lainnya serta isolasi penyakit infeksi menular di pulau itu, termasuk virus corona.

Selain letaknya yang strategis, Pulau Galang memiliki akses udara dan laut yang sudah terbangun dan beroperasi dengan baik.

Untuk merealisasikan pembangunan pusat karantina ini, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran senilai Rp 400 miliar dengan target operasionalisasi 31 Maret 2020.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai mengirim material yang digunakan untuk pembangunan fasilitas observasi, penampungan, dan karantina penyakit menular di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Material tersebut berupa panel modular yang akan dibangun di lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga mengatakan, pengiriman mulai minggu yang lalu.

Sebanyak 120 material berupa modul panel dari beton pracetak (precast) dikirim dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Sijantung Karyapura di Pulau Galang.

Modul panel tersebut juga dikirim menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

Sebelumnya lewat Menteri BUMN Erick Tohir dan Menkeu  Sri Mulyani, Jokowi menyulap RS dan hotel Pertamina serta Wisma Atlet menjadi RS khusus corona. Jokowi juga memerintahkan Prabowo untuk mengambil peralatan untuk tim medis langsung dari China.

Kini Jokowi juga mengupayakan obat yang bisa membantu kesembuhan dari virus tersebut. Ini jelas upaya yang sangat maksimal dari pemerintah kita. Dengan adanya obat sementara, maka lonjakan kasus akibat datangnya rapid test tak akan begitu mengkhawatirkan.

Seperti dilansir detik.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan belum ada antivirus yang bisa menyembuhkan wabah Corona atau virus COVID-19. Namun dia menyebut pemerintah sudah memesan jutaan obat yang bisa membantu kesembuhan.

“Ya pertama antivirus sampai sekarang belum ditemukan, tapi ada beberapa obat yang dicoba di 1, 2, 3 negara yang memberi kesembuhan,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3).

Jokowi Pesan Sejumlah Obat

Jokowi mengatakan saat ini pemerintah telah memesan sejumlah obat, seperti avigan dan klorokuin, yang terbukti membantu kesembuhan. Obat tersebut, menurutnya, sudah dipesan dalam jumlah besar.

“Obat avigan kita telah mendatangkan 5.000 akan kita coba dan kita dalam proses pemesanan 2 juta, kemudian klorokuin kita siap 3 juta, kecepatan ini yang ingin kita sampaikan bahwa kita tidak diam,” ucap Jokowi.

Selain itu, Jokowi berbicara terkait upaya pemerintah yang sudah mulai melakukan rapid test di sejumlah wilayah yang diketahui ada kontak dengan pasien positif. Rapid test ini, sebutnya, akan dilakukan dari rumah ke rumah.

“Kemudian mengenai rapid test sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu, sudah diketahui ada kontak tracking dari pasien-pasien positif sehingga dari situ didatangi rumah ke rumah untuk dites, ada prioritas dan kita prioritaskan wilayah yang tunjukkan indikasi paling rawan,” ujar Jokowi.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.