Home / Berita / Pemilik 3 Kilogram Sabu Dituntut 18 tahun Penjara
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Pemilik 3 Kilogram Sabu Dituntut 18 tahun Penjara

Jakarta, sketsindonews – Empat terdakwa pemilik narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 3 kilogram dituntut selama 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Andri Saputra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (25/3/21) silam.

Keempat terdakwa yakni: Hidayat Ariyanto, Fajri Yahya, Budi Arisman dan Fajri Novian. Selain sanksi raga, mereka juga diwajibkan menjalani hukuman tambahan selama 6 bulan pejara, apabila denda yang dibebankan oleh JPU, tidak dibayarkan oleh para keempat terdakwa.

Jaksa Andri Saputra, menjerat empat terdakwa dengan Pasal 114 jo ayat (2) Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 39 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara seorang terdakwa Ipik Gunarsah yang disidangkan terpisah atau split, dituntut 8 tahun penjara denda sebesar Rp1miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Menurut keterangan Jaksa Andri Saputra mengatakan, tuntutan pidana yang diberikan kepada Ipik Gunarsah telah sesuai dengan fakta di persidangan.

“Tuntutan pidana yang kami berikan terhadap terdakwa Ipik sudah sesuai fakta–fakta yang terungkap dipersidangan. dan tambah lagi kesaksian terdakwa lainnya saat konfrontir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/4/21).

Apalagi kata Andri, terdakwa Ipik tidak tahu menahu masalah asal usul narkotika jenis sabu tersebut. “Peranan dia hanya disuruh ngecek sabu yang tertinggal dikamar hotel dan terdakwa Ipik sudah menolak namun karena dipaksa,” urainya.

Bahkan masih kata Jaksa Andri, terdakwa Ipik juga tidak mengetahui berapa banyak sabu yang tertinggal.

“Dan ketika terdakwa baru membuka pintu kamar hotel langsung ditangkap oleh petugas kepolisian. Sedangkan terdakwa ipik belum sempat melihat sabu tersebut,” tambah dia. Meski demikian tutur Andri, pelaku utama tersebut sudah dituntut selama 18 tahun penjara.

Surat Dakwaan

Kasus ini bermula saat Ipik Gunarsah alias Jeng Koy bin Ade Suwardi pada Sabtu 12 September 2020 sekira jam 16.25 WIB.

Dirinya ditelepon oleh saksi Fajar, agar memeriksa kembali isi kamar no 140 di Hotel Puri Jaya Jalan Percetakan Negara V Rawasari Jakarta Pusat.

Pada awalnya terdakwa Ipik Gunarsah menolak namun lantaran dipaksa oleh saksi Fajar yang merupakan teman terdakwa akhimya terdakwa menyangupi setelah diberikan uang Rp500 ribu.

Terdakwa Ipik mengajak temannya yang biasa bermain ikan cupang yaitu saksi Fajrul Falaqh untuk menggunakan identitasnya sebagai persyaratan sebagai tamu hotel. “Dan oleh karena terdakwa Ipik menjanjikan kamar hotel bisa digunakan gratis oleh saksi Fajrul bersama pacamya yang sedang berulang tahun maka ajakan terdakwa tersebut diterima,” sebut jaksa.

Selanjutnya pada hari Minggu 13 September 2020 sekira jam 00.25 WIB setibanya di Hotel Puri Jaya terdakwa Ipik menyuruh saksi Fajrul menyerahkan KTP.

Namun setelah berada di kamar Hotel Puri Jaya, tiba-tiba didatangi dan diperiksa oleh anggota Polri dan dari tangan terdakwa IPIK disita satu unit HP Infinix Hot $3X warna hitam simeard 0896 1764 9914 dan 0882 1991 9523 dari tangan kiri terdakwa Ipik Gunarsah.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Komandan Lantamal III Hadiri Sosialisasi Unclos 1982 di Jajaran Koarmada I Tahun 2021

Jakarta, sketsindonews – Komandan Lantamal III Brigjend TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P. menghadiri Sosialisasi Unclos …

Watch Dragon ball super