Home / Artikel / Penertiban Kawasan Tanah Abang, Berdampakah Bagi Pelanggar Perda

Penertiban Kawasan Tanah Abang, Berdampakah Bagi Pelanggar Perda

Jakarta, sketsindonews – Giat terpadu kerja bhakti dalam penataan wilayah di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat, tidak terlepas dari penertiban yang merupakan bagian tak terpisahkan.

Menurut Camat Tanah Abang Dedy Arif Darsono, sabtu (13/5) hal tersebut sebagai upaya penataan kawasan super crowded di Jakarta Pusat.

“Konsep ini sekaligus sebagai lingkar rutinitas wilayah, dimana kawasan Tanah Abang selalu muncul problem yang sama dari persolan PKL, parkir liar, pkl musiman serta bangunan yang berdiri di atas saluran,” jelasnya.

doc.sketsindonews.com

“Kerja bhakti kami barengi dengan penertiban terhadap spot masalah yang ada,” tambah Dedy.

Dedy memaparkan bahwa kerja bhakti hari ini difokuskan pada normalisasi fungsi trotoar dijalan Jatibaru. “Sementara penertiban di jalan Kebon Jati, jalan Fachrudin dan jalan Kebon Jati,” ujarnya.

Hadir pada kerja bhakti penertiban Wakil Walikota Jakarta Pusat Bayu Megantara, Wakasatpol PP Provinsi DKI Jakarta Hidayatullah, Kasi PPNS dan Penindakan, Anggota Dishub, para Lurah se – Kecamatan Tanah Abang serta petugas gabungan yang mencapai 194 personil yang tergabung dalam operasi kerja bhakti.

Sebagai catatan tambah Dedy, hasil dari penertiban didapatkan 1 Sepeda Gerobak Sari roti, 1 Gerobak Bubur kacang ijo, 2 Gerobak pemulung, 1 Meja Lapak makanan/kue, 1 payung besar, 12 Bangku plastik, 1 Dus teh pucuk, dan 1 Stanlist baju.

Pasca penertiban dalam menghindari dari gejolak yang ada dari para pedagang usai barangnya diangkut, pihak kami Satpol PP Kecamatan Tanah Abang melakukan penjagaan. “Dikuatirkan ada upaya pihak pedagang dalam melakukan protes dari giat penataan dan penertiban,” ucap Dedy.

Sementara warga Tanah Abang Fadli HS menyatakan, show forces yang dilakukan oleh pihak petugas gabungan tidak berdampak positif, “jika pengawasan serta penjagaan personil gabungan antar lini tidak secara bersama melakukan “home stay” dibeberapa titik rawan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Kami hanya melihat usai itu pedagang dadakan muncul kembali oleh karena bulan ramadhan menjadi momentum bagi para pengais rezeki.”

“Selama tidak alternatif maka penataan larangan penegakan perda Tibum hanya menjadi giat rutin tanpa solusi, berakhir terjadi bentrok antara petugas serta warga tidak taat hukum penegakan larangan usaha bandar di jalan atau trotoar,” tutup Fadli.

Reporter : Nanorame

Check Also

Sudah Ribut Peganti Wagub DKI Sandi, Sementara SK Presiden RI Belum Diterima Sandiaga

Jakarta, sketsindonews – Pengunduran diri Wagub Sandiaga Uno belum sepenuhnya sah secara UU masih ada …

Watch Dragon ball super