Pengamat Sebut Dinas Citata Harus Bertanggungjawab dan Dinas Pertamanan Harus Berani Soal Pohon Mahoni Monas

Jakarta, sketsindonews – Pengamat Urban Dan Perkotaan Nirwono Joga mengatakan bahwa Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) harus bertanggungjawab atas permasalahan Pohon Mahoni yang saat ini keberadaannya menjadi tanda tanya.

“Penanggungjawab pekerjaan dalam
hal ini Dinas Citata harusnya bertanggungjawab atau meminta pertanggungjawaban kontraktor pelaksana proyek revitalisasi,” ujarnya kepada sketsindonews.com, Selasa (11/02/20).

Selain Dinas Citata, Joga juga mengatakan bahwa Dinas Pertamanan dan Kehutanan harus berani melakukan penelusuran.

“Dinas pertamanan dan kehutanan juga harus berani menelusuri kemana pohon-pohon tersebut dibawa, misal jika dikatakan telah dikirim ke kebun bibit dimana kebun bibit dibawah Dinas Pertamanan, tentu dinas pertamanan bisa mengklarifikasi hal tersebut,” pungkas Joga.

Seperti diketahui dalam berita yang Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Seksi Pelayanan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Irfal Guci sempat mengatakan bahwa 191 pohon yang ditebang telah dipindahkan ke gudang milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota di Pulogadung, Jakarta Timur.

“Pohonnya dibawa ke Gudang Sudin (Suku Dinas) Kehutanan, di Monas hanya ada ditinggal tujuh potong pohon dengan panjang satu meter,” kata Irfal, Rabu (05/02/20).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa petugas Sudin Kehutanan Jakarta Timur tidak memiliki gudang di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, namun berada di wilayah Cipayung, Jakarta Timur.

Kembali saat mendatangi gudang milik Sudin Kehutanan Jakarta Timur di Cipayung, juga tidak ditemukan keberadaan pohon-pohon sisa penebangan dari Monas. Gudang tersebut hanya berisi beberapa truk, gerobak, dan beberapa peralatan operasional.

“Di sini enggak ada sisa pohon (Monas). Gudang ini biasanya tempat penyimpanan peralatan operasional,” kata salah seorang petugas, Kamis (06/02/20).

Kepada sketsindonews.com, seorang sumber mengatakan bahwa ada dua lokasi yang kemungkinan digunakan oleh Dinas Pertamanan yakni di sekitaran Pos Pengumben dan Ciganjur, Jagakarsa.

“Ada dua kemungkinan bang, kalau melihat berita pernah dikatakan akan disehatkan maka ada kemungkinan di sekitaran Pos Pengumben, tapi bisa juga di Ciganjur, Jagakarsa,” ungkapnya saat dihubungi, Sabtu (08/02/20).

Namun melalui penelusuran dari CNN Indonesia pada hari Kamis (06/02/20) memastikan bahwa pohon tersebut tidak ada di Jagakarsa.

“Tidak ada dipindahkan disini, dari kemarin beberapa kali wartawan datang kesini, kayaknya salah tempat,” kata salah seorang petugas keamanan, Firman.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati pun telah membantah pohon sisa penebangan dibawa ke gudang miliknya, serta mengatakan bahwa pelaksana berada di bawah naungan UPK Monas.

“Tanyakan kepada UPT Monas sebagai pengelola Monas karena semua kewenangan ada di sana dan tanyakan kepada Citata sebagai perencana dan pelaksana kegiatan Monas,” kata dia.

Namun Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas Irfal Guci kembali menekankan bahwa hal tersebut ranah kehutanan.

“Saya pernah ketemu orang dinas kehutanan waktu itu, koordinasi dibawa ke gudang di Pulogadung, dia ngomong-nya orang Sudin Kehutanan Jakarta Pusat, dibawa ke situ, karena memang itu ranahnya kehutanan,” kata Kepala Seksi Pelayanan UPK Monas Irfal Guci kepada CNNIndonesia.com, Kamis (06/02/20).

(Nanorame)