Home / Artikel / Pengangkutan Sampah Rentan Pungli, OTT Saber Pungli Tangkap Pelaku

Pengangkutan Sampah Rentan Pungli, OTT Saber Pungli Tangkap Pelaku

Jakarta, sketsindonews – Operasi OTT Saber Pungli dua petugas pasukan oranye dan satu staf Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat ditangkap karena diduga melakukan pungutan liar.

Ketiganya diduga mendapatkan uang dari hasil menarik bayaran gerobak-gerobak sampah yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dalam tangkap tangan PHL PPSU berinisial AH dan IM sedangkan staf berinisial VM. Awalnya AH dan IM ketahuan melakukan pungutan terhadap gerobak-gerobak sampah yang akan dibawa ke TPA,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Reda Manthovani saat dilansir detikcom, Rabu (5/7/2017).

AH dan IM merupakan pasukan oranye dari Kelurahan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Dia menarik uang sekitar Rp 600.000 per bulan.

“Ternyata si PHL ini memberi ke beberapa orang, kepada sopir truk, termasuk kepada staf Sudin. Padahal pengangkutan itu gratis,” ujar Reda.

Penyimpangan ini diketahui saat Tim Saber Pungli dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat melakukan penyelidikan di Meruya Selatan.

“Ternyata di sana ada penarikan dan kita lakukan OTT,” ujar Reda.

VM ternyata mendapatkan uang bukan hanya dari AH dan IM. VM memiliki beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) lainnya.

“Staf tersebut bisa mendapatkan setoran sampai 12 juta per bulan. Tapi, yang kita dapatkan di mejanya hanya 800 ribu rupiah,” sebut Reda.

Kejari Jakbar akan melakukan penyidikan terkait kasus ini. Inspektorat Kota Jakarta Barat juga akan dimintai keterangan.

“Karena tim saber pungli kan gabungan, bukan hanya Kejaksaan. Ada dari Inspektorat, Kejaksaan, dan Kepolisian,” kata Reda.

Dinas LH DKI mengetahui adanya OTT yang dilakukan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Ketiga orang yang terlibat akan mendapat sanksi dari dari Dinas Kebersihan, ujar Isnawa Adji Kepala Dinas LH Provinsi DKI Jakarta.

Pantauan sketsindonews.com kerawanan pungli pada sektor kebersihan cukup rentan, terlebih saat kerja bhakti masih banyak pihak pihak yang melakukan itu.

Padahal anggaran supir maupun pengangkutan sampah pada setiap operasional sudah tercatat dalam kegiatan wilayah yang dilakukan kerja bhakti RT/RW hingga pembuangan di Bantar Gebang.

Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah Dinas LH dengan seluruh perangkat kerja hingga sampai tingkat Lurah.

reporter : nanorame

Check Also

Tukang Sapu Tuprok Jadi Anggota Dewan Kota, Siapa Dia…

Jakarta, sketsindonews – Garis hidup serta bagaimana mendapatkan pengakuan publik bukan perkara mudah, apalagi terkait …

Watch Dragon ball super