Home / Artikel / Plakat DBD Sebuah Keniscayaan, Bagaimana Antisipasi Wabah DBD

Plakat DBD Sebuah Keniscayaan, Bagaimana Antisipasi Wabah DBD

Jakarta, sketsindonews – Pemberian plakat Demam Berdarah Dengue (DBD) sebuah keniscayaan dimana kasus DBD tetap ada, secara fisik program Pembarantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh pemerimtah DKI setiap hari Jum’at kerap dilakukan oleh Pemerintah mulai Timgkat Kota, hingga Lurah Camat.

Akhirnya, setiap adanya kasus dianggap Lurah Camat tak bekerja padahal tak hentinya para jumantiker (PKK) turun melakukan pemantauan, antisipasi bahkan kontrol kepada masyarakat secara langsung dari rumah kerumah.

Apa yang salah, ujar beberapa Lurah dan Camat saat sketsindonews menyusuri terkait adanya kasus dianggap tak mampu menuntaskan DBD. Sudah banyak plakat dikantor saya dan spanduk bahkan puluhan hingga tak muat dikantor untuk kita pajang.

“Plakat dari Sudin Kesehatan merupakan seolah menjadikan justifikasi pihaknya tidak menyelesaikan DBD,, namun persoalan DBD terjangkit banyak faktor yang harus di gerakan Sudin Kesehatan sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk kerap mencari formulasi, bukan pada monitor dan data ada indikator pemberian plakat merah, hijau, dan biru.”

Menurut salah satu jumantiker di Jakarta Pusat Lia (33) mengatakan, bahwa dirinya sudah menjalankan formulasi apa yang sudah di lakukan pihak puskesmas dalam setiap minggu melaksanakan pemantauan, pembersihan setiap rumah sesuai pemetaan. (25/4)

Namun kalo masih ada korban DBD itu juga jangan dikatakan kami tak kerja, ketus Lia.

Honor kami saja hanya 500 ribu perbulan, serta edukasi yang sudah kami lakukan kepada warga sudah cukup kok, termasuk kami membentuk jumantik mandiri keluarga bebas DBD.

“Nyamuk Aedes yang membawa virus dengue pun memiliki ciri khas menyukai air bersih sehingga sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari, ini yang kerap terjadi selain karena dianggap demam biasa.

“Pengaruh cuaca tidak bisa diintervensi sehingga perlu kesadaran manusia untuk membasmi DBD. Agar mencapai target Jakarta Bebas DBD 2020, Pemprov DKI terus mengalakkan peran Jumantik atau juru pemantau jentik di setiap perumahan elite yang sulit untuk kita masuki dalam pemeriksaan”.

Menyikapi hal ini Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede meminta agar para Camat dan Lurah di Jakarta Pusat bersiaga di cuaca ekstrem yang disertai dengan hujan yang berakibat mempercepat proses perkembangbiakan nyamuk DBD dan malaria.

“Saya tegaskan para Camat segera mengerakan jumantik ke setiap rumah warga,” ajak warga RT – RW nya untuk bergerak, ucap Mangara.

Bicara wilayah adalah RT RW yang harus juga punya tanggung jawab bukan hanya pada tergantung pimpinan lurah camat dan jumantiker,

reporter : inong

Check Also

Bawaslu Harus Cermati Reuni Aksi Persaudaraan 212 Yang Akan di Gelar di Monas

Jakarta, sketsindonews – Alumno 212 akan kembali menggelar aksi yangvrencananya akan menggelar di lapangan Monas …

Watch Dragon ball super