Home / Sport / Polemik Organisasi Muaythai Masih Bermasalah, Waketum I Koni Pusat Bilang Begini

Polemik Organisasi Muaythai Masih Bermasalah, Waketum I Koni Pusat Bilang Begini

Jakarta, sketsindonews – Wakil ketua umum I Koni Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Suwarno mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan keikutsertaan Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai untuk mengukuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

“Kalau dari kacamata Koni ya, untuk Cabor Muaythai masih dipertimbangkan iya atau tidaknya (ikut serta), karena masih ada masalah Organisasi” katanya kepada Sketsindo saat dihubungi, Senin (18/4/22).

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu menilai, apabila ada masalah organisasi, apapun yang dipertandingkan pasti tidak akan menghasilkan atlet yang berkualitas.

Dia juga memaparkan, setidaknya akhir tahun ini sudah diputuskan untuk keikutsertaan Cabor Muaythai.

“Ya paling tidak akhir tahun ini lah, paling lambat akhir tahun harus sudah diputuskan. Kalau yang lain (cabor lain) sudah tinggal jalan, tinggal dua cabor yang masih gantung, satu Muaythai satu Binaraga. Kalau binaraga masalahnya doping, kalau Muaythai masalah organisasi” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dan Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Kamis 14 April 2022.

Ketiganya membahas kiprah dan prestasi olahraga Muaythai di Indonesia dan problematika dalam internal Pengurus Besar (PB) Muaythai Indonesia.

Marciano Norman mengaku tak bermaksud menjegal Muaythai pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.

Dia meminta PB Muaythai terlebih dahulu menyelesaikan persoalan dalam internal organisasinya.

“Sepanjang urusan internal organisasi ini dapat diselesaikan, maka cabor Muaythai diperkenankan untuk dipertandingkan kembali,” kata Norman dalam keterangan tertulis, Kamis.

Norman tak ingin organisasi Muaythai bermasalah dan telah meminta PB Muaythai agar menyelesaikan dulu persoalan hukumnya, baru menyelenggarakan Munas.

“Namun imbauan kami tak digubris. Selesai Munas mereka minta dilantik, kami tak mau lantik dulu karena masih ada persoalan,” ujar Norman.

Hal yang paling mencuat adalah soal medali ganda pada PON Papua yang menyita perhatian publik.

“Ada pula soal hak para atlet yang tak tersampaikan dengan baik. Maka, hal-hal ini kami coba sampaikan kepada Pak LaNyalla sebagai Dewan Pembina PB Muaythai,” jelas Norman.

Terpisah, sampai saat berita ini ditayangkan, Sketsindo masih berusaha mengonfirmasi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB. MI) terkait perkembangan polemik organisasi yang sedang dilanda di dalam kepengurusan PB. MI.

(Fanss)

Check Also

Harga Sejumlah Pemain Indonesia Meroket Usai Piala AFF 2020

Jakarta, sketsindonews – Usai gelaran Piala AFF 2020 harga pasar pemain Timnas Indonesia meroket. Tercatat, …

Watch Dragon ball super