Home / Berita / Polri Dukung Berantas Kasus Pembajakan
CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna (dok. sketsindonews.com)

Polri Dukung Berantas Kasus Pembajakan

Jakarta, sketsindonews – Perjuangan para pelaku industri musik dan musisi untuk memberantas pembajakan mulai mendapat jawaban. Hal tersebut ditunjukkan dengan datangnya dukungan langsung dari Kapolri, dalam pertemuan yang di gelar pada 10 oktober 2016 lalu.

Baca: Anang: Kapolri Komitmen Segera Ungkap Pemain Besar Pembajakan

Diketahui bahwa Pertemuan tersebut di hadiri para musisi yakni Abdi Slank, Anang Hermansyah, Asosiasi Rekaman Seluruh Indonesia (ASIRI), Nagaswara, Triniti, serta Asirindo.

Menyambung hal tersebut, CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna saat ditemui di Kantor Nagaswara, Rabu (02/11) mengatakan bahwa komunikasi yang terjalin dengan pihak kepolisian adalah untuk memberantas bajakan.

“Point yang menjadi pembahasan yakni berantas pembajakan serta terkait surat rekomendasi (dari kepolisian) atas izin EO yang di sertai membayar pencipta lagu juga tempat karaoke yang di haruskan membayar,” jelasnya.

Menurut pria yang sejak lama di kenal fokus melawan pembajakan ini, pihak Polri akan menindak lanjuti kasus pembajakan serta akan membuat MOU dengan pihak-pihak terkait.

Tergabung dalam Asosiasi Rekaman Seluruh Indonesia (ASIRI), ia menegaskan bahwa kepentingan ASIRI adalah ingin produk bajakan yang berada di Glodok di habiskan, serta di ganti dengan produk asli. “Diganti dengan harga yang ekonomis namun tetap di kontrol oleh pemerintah,” ujarnya.

Terkait harga, Rahayu menjelaskan bahwa itu fleksibel dan semua tergantung masyarakat. Menurutnya jika masyarakat menginginkan harga ekonomi maka akan diberikan, serta jika masyarakat menginginkan dengan harga yang biasa atau sudah diberlakukan selama ini juga tidak apa-apa.

“Karena harga ekonomi yang di tekan murah tapi oplah harus banyak, mampu tidak masyarakat kearah situ,” terangnya.

Saat disinggung terkait sanksi yang akan diberikan kepada para pelaku pembajakan, dengan tegas ia menyatakan tidak akan memenjarakan pelaku pembajakan.

Baca: Langgar Hak Cipta, Penjahat Hak Cipta Akan Di Miskinkan

“Membuat efek jera saya tidak ingin di penjarakan (pelaku), tapi di perdatakan dengan denda, di bikin bangkrut,” tegasnya.

Terkait kapan dan dimana saja akan dimulai sidak, dia mengungkapkan rencananya akan dimulai setelah Pilkada 2017 mendatang.

“Rencana akann sidak ke tempat karaoke dan swefing ke tempat-tempat bajakan (penjual),” tandasnya. (Eky)

Check Also

165 Orang Diamankan, Bersama Sajam, Busur Panah Dan Uang

Jakarta, sketsindonews – Ratusan orang yang diamankan dalam aksi di sekitar Jakarta Barat berasal dari …

Watch Dragon ball super