PPSU dan PJLP, Kinerja PPSU Disebut Lebih Bagus

Jakarta, sketsindonews – Penyedia Jasa Layanan Perseorangan (PJLP) di lingkungan SKPD yang jumlahnya hampir ribuan orang menjadi pertaruhan Pemprov DKI Jakarta dalam optimalisasi kinerja serta tugas dan fungsi membangun akselerasi program KSD Gubernur DKI Jakarta.

“Mereka seperti hanya mejeng mau dibawa kemana PJLP dalam menangani problem Jakarta yang segudang masalah dari mulai transportasi (kemacetan) PKL di pendestrian, parkir liar, hunian liar, sterilitas trotoar serta pengawasan lain dalam menunjang hasil tindak lanjut aduan warga pada SKPD”, ujar Aktivis Lingkungan, Danang Sasongko (44), Minggu (17/11/19)

Danang mengatakan bahwa saat ini yang terlihat benar hanya Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), yang langsung dikendalikan Lurah Camat dalam mendorong persoalan apa saja.

“Mereka taktis bahkan TL CRM pun di tuntaskan bergerak cepat jika pimpinan wilayah perintahkan dalam menunjang kepuasan publik,” tukasnya.

“Mereka jika diadu oleh pengamatan masyarakat, PPSU lebih optimal dan jelas dalam fokus kerja, kenapa Pemprov tak memperluas personil PPSU di masing Kelurahan, bila dibandingkan PJLP Unit SKPD yang tak mengerti bidang tugas kemauan pimpinan,” ujarnya.

Danang memaparkan bahwa hingga saat ini banyak yang kerjanya hanya santai dan tidak memikiki gagasan dalam memformulasi penataan lingkungan baik pemberdayaan, ekonomi, sosial, budaya serta membangun pewartaan isu DKI yang menjadi misi dan visi Gubernur DKI Jakarta.

PJLP di masing SKPD kata Danang tidak punya format kinerja, apakah mereka untuk mengedukasi atau monitoring dan hanya untuk baris berbaris, menurutnya hingga saat ini kapasitas kerjanya belum teruji sesuai maksud tujuan diberlakukan sesuai skill maupun pelatihan pendekatan kepada warga masyarakat.

Nilai kontrak PJLP pun fantastis hingga bisa mencapai diatas 5 juta rupih bahkan belum lagi dibidang tekhnis bisa mencapai 8 juta rupiah perbulan.

“Ketidak pastian PJLP dalam optimalisasi kinerja menjadikan anggaran efektifitas Pemprov DKI dari hasil peningkatan penambahan personil justru sebaliknya tak menjadikan DKI lebih baik dalam menuntaskan kordinasi antar personil dari kualitas kinerja,” ucap Danang.

(Nanorame)