Home / Berita / Praperadilan Kasus Narkoba, BNN Di Duga Salahi Prosedur

Praperadilan Kasus Narkoba, BNN Di Duga Salahi Prosedur

Jakarta, sketsindonews – Kasus narkoba yang menjerat Bobi Handoko (24) memasuki babak baru, pada hari Kamis (17/11) Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang Praperadilan dengan agenda keterangan saksi. Dimana kuasa hukum pemohon Bobi Handoko menghadirkan sekitar 9 saksi dan juga menghadirkan saksi ahli.

Baca: Kasus Narkoba, Pengacara: Bukan Milik dan Tidak Ada Di Lokasi Ko Di Tangkap?

Saat sidang di skors untuk istirahat, Kuasa Hukum Pemohon, Leonardo Silitonga, S.H yang di dampingi oleh Arifah Nurjanah, S.H; Sun Sin, S.H, M.H; Johan Wijaya, S.H; dan Sigop M. Tambunan, S.H menjelaskan kronologi penangkapan sesuai dengan yang disampaikan saksi, bahwa kejadian penangkapan Bobi terjadi saat sedang beli rujak.

“Jelas keterangan saksi Nurilah Bahwa kejadian pada hari rabu(14/9) bahwa Bobi Handoko (Pemohon) hanya melakukan kegiatan seperti biasanya membeli rujak. Tanpa bukti apapun, pemberitahuan datang mengaku petugas BNN serta tanpa memberikan identitas langsung menangkap klien kami (Bobi Handoko) di saksikan ibu Nurilah serta ibu Suyanti,” jelas Leo.

Menurut mereka, atas keterangan saksi sebenarnya sudah membantah bukti yang di anggap penyidik BNN cukup kuat untuk menangkap klien mereka dan menetapkan Bobi sebagai tersangka.

“Pengakuan penyidik tadi bahwa barang bukti 16 kg tidak dalam penguasaan klien kami, namun di dapat dari rumah Sri Wahyuni orang tidak ada di rumah tersebut sedang suaminya juga tidak ada,” terangnya.

“Pertanyaanya, Bobi tinggal di rumah tersebut tidak?, Sedangkan yang tinggal di sana adalah Sri Wahyuni katanya dan suaminya Sugianto,” tambahnya.

Leo menjelaskan, jikalau ada suatu benda yang berada di tempat orang lain, tidak bisa di tunjuk sebagai pemilik. “Masa langsung di katakan yang mempunyai, itu artinya benar-benar di paksakan menurut kami sebagai penasehat hukum,” ucapnya.

Terkait adanya keberatan yang diajukan termohon mengenai saksi yang merupakan keluarga, Arifah Nurjanah, S.H menjelaskan bahwa benar mereka memang keluarga namun bukan garis keturunan. “Pada kejadian itu, daerah itu family semuanya namun saksi yang di hadirkan saksi yang bukan garis keturunan lurus, makanya hakim masih di terima dan sudah di sumpah,” jelasnya.

Dijelaskan lebih jauh oleh Sun Sin, S.H, M.H, mengenai permohonan jawaban replik dari termohon, bahwa jam 1 siang dengan menggunakan honda vario, Bobi melakukan transaksi. “Dengan siapa dan di mana pun tidak di ketahui, tapi di fakta persidangan motor vario masih di gunakan bibinya dan Bobi berada di rumah tidak keluar sampai jam 4 membeli es,” papar Sun Sin.

“Kita mempertanyakan terhadap pihak BNN, dasarnya apa?, itu yang belum jelas,” ucapnya meragukan proses penangkapan Bobi.

Menurutnya, Jawaban dari BNN terkait barang yang di sita dan sampai hari ini tidak ada berita acara penyitaan. “Vario itu lah yang di gunakan, namun di fakta persidangan vario tersebut di gunakan bibinya ketika belanja jam 1 baru di bawa pulang,” jawabnya menegaskan.

Lebih lanjut Arifah yang juga bagian dari kuasa hukum pemohon menjelakan bahwa Intinya barang bukti yang di sangkakan tidak ada di klien mereka, serta prosedur penangkapan tidak sesuai di tentukan oleh Undang-undang. Pasalnya tidak di saksikan oleh kevling, tidak ada surat perintah.

“Seharusnya di jelaskan terlebih dahulu, hingga saat ini di tahan belum ada surat penahanan, yang katanya di ambil BNN barang bukti hp 2 buah, motor vario serta mobil honda jazz. yang tanpa suart berita penyitaan, namun akan ada fakta persidangan dengan saksi berikutnya bahwa Bobi mengalami penganiyayan, itu ada saksi yang melihat,” di ungkapkannya.

Dari fakta persidangan, Sigop M. Tambunan, S.H menambahkan bahwa Bobi dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara dan tidak memiliki catatan buruk di lingkungannya apalagi tersangkut dengan perkara.

“Pada tanggal 16 september saya di tunjuk keluarga untuk mendampingi klien saya (Bobi), saya tidak diperbolehkan menjumpai mereka, tidak tahu alasannya apa?, kebenaran over dosis, kenapa Reza (teman Bobi yang ikut di tangkap-red) di BNN ada pada tanggal 15 sampai 16, kita akan buka apa over dosis atau ada hal lain,” paparnya.

Arifah Nurjanah, S.H juga menerangkan bahwa pasal yang di sangkakan pemilik, pengedar serta barang bukti yang disangkakan cukup banyak. “Sementara dengan keadaan sehari-hari kurang, untuk beli rujak aja ngutang, sedangkan kalau beli seperti itu (Narkoba-red) harus milyaran dan Bobi kerja serabutan. Mobil jazz bukan milik Bobi tapi milik budenya (keluarga Bobi).kejadian di jl setialuhur gg sendiri kel dwikora kec Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara,” tandasnya. (Eky/Dd)

Check Also

Presiden Adalah Kepala Pemerintahan dan Bukan Petugas Penegak Hukum Tertinggi atau Chief Law Enforcement Officer

Opini, sketsindonews – Terkait Pernyataan Paslon 02 Prabowo- Sandi dalam debat perdana yaitu Presiden merupakan …

Watch Dragon ball super