Home / Artikel / Razia PKL Tanah Abang Ricuh, Perlawanan Dari Protes Efek Sosial

Razia PKL Tanah Abang Ricuh, Perlawanan Dari Protes Efek Sosial

Jakarta, sketsindonews – Penertiban rutin yang selama ini di lakukan pihak pemerintah Kecamatan Tanah Abang oleh Satpol PP terhadap PKL akhirnya mendadak para PKL melawan sebuah perlawanan atas tindakan aksi penertiban di Jalan Jati Baru dan sekitarnya.

Menurut sumber warga Deni (34) pedagang kaki lima yang ada di sepanjang Jalan Jati Baru tepatnya di Blok G di razia petugas saat itu oleh Satpol PP Kecamatan Tanah Abang.

Penertiban di iringi aksi pengangkutan barang dagangan sekitar pukul 11.00 Siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, ujarnya.(17/1)

Dalam aksi penertiban terlihat pedagang tak rela sehingga menimbulkan pemburuan dari para pedagang untuk tidak diangkut membuat kesal sehingga memunculkan emosi hingga aksi lemparan dengan berbagai alat apa saja kearah petugas Satpol.

Atas kejadian ini siapa yang harus di persalahkan satu sisi prilaku Satpol PP Kecamatan telah membuat pedagang berang, untuk itu copot pejabat di Tingkat Kecamatan Tanah Abang selama ini tidak bisa mengakomodir serta membuat sistem dialog pendekatan atas protes kecil dari pedagang yang tak terakomodir dalam kebijakan sterilitas kawasan, terang Deni.

“Kalo terjadi insiden bukan hanya karena adanya semata provokasi, namun pihak pihak di level ini (red.satpol dan camat) tidak bisa mempelajari kultur Tanah Abang yang sebenarnya mampu mengutamakan jalur dialogis.”

Pertama, banyak pemuda dan tokoh Tanah Abang tidak di libatkan dalam menunjang peran serta dalam proses penataan kawasan.

Kedua, sosialisasi dan pendekatan kultur cara – cara persuasif tak pernah di gunakan seolah warga Tanah Abang tak bisa menata wilayah secara partisipatif, jelas Deni.

Sementara Ketua Lembaga Pemantau Pengawasan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu beranggapan insiden itu sebenarnaya menjadi warning pihak pemerintah Kecamatan atas tindakan dari upaya asal penertiban tanpa melihat ekses pysicologis serta pendekatan dialogis, ucapnya.

Dampak sosial yang harus di analisa lebih arif, bijak, dan santun sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah walaupun proses panjang namun setidaknya partisipatif masyarakat seharusnya lebih banyak di libatkan dalam membuat sebuah sistem.

Pemerintah di level bawah selayaknya mampu merangkul bahkan mampu mempelajari dampak bukan karena cari muka seolah tak akan masalah.

Victor saat ini sedang membangun Keluarga VIN dalam peran gerakan partisipatif dalam kebijakan pemerintah, yakni bagaiamana satu cara mengingatkan pihak – pihak dalam memdorong peran sosial sangat di butuhkan dalam satu kebijakan.

Ekses dari apa yang terjadi sesungguhnya suatu tanda (signal) atas protest segelintir akibat ketidak mampuan pejabat di tingkat bawah bagaimana menggiring kesadaran pelaku ekonomi mewujudkan gerakan partisipatif dalam mengambil sebuah kebijakan, tutup Victor.

reporter : van ries

Check Also

Festival Olahraga Rakyat Laksanakan Pembinaan Potensi Lokal

Celotebangnano, Sketsindonews – Suku Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Jakarta Jakarta melalui Kasi Olahraga …

Watch Dragon ball super